Malam itu, apartemen di Jakarta Selatan sunyi. Asisten rumah tangga (ART) yang bekerja untuk selebgram Lula Lahfah menjadi orang pertama yang mendengar sesuatu yang tak biasa. Dari balik pintu kamar majikannya, terdengar erangan kesakitan. Suara itu muncul sekitar pukul dua dini hari, Kamis malam, setelah Lula pulang dan masuk ke kamarnya.
Kombes Budi Hermanto dari Humas Polda Metro Jaya mengonfirmasi hal ini.
"Terus jam 02.00 dini hari, ART mendengar dia kayak kesakitan. Iya orang kesakitan, erangan," ujar Budi, mengulang kesaksian sang ART.
Menurut penelusuran polisi, Lula diketahui punya riwayat sejumlah penyakit. Kondisi seperti batu ginjal dan asam lambung akut disebut-sebut pernah dideritanya. Namun begitu, apa yang terjadi setelah erangan itu masih jadi misteri.
Keesokan paginya, sekitar pukul sembilan, ART mengetuk pintu kamar. Tak ada jawaban. Sepi. Kekhawatiran pun mulai merayap. Sore harinya, ART tak bisa lagi menahan cemas. Ia menghubungi keluarga dan teman-teman dekat Lula. Pihak keamanan apartemen juga dihubungi, karena satu hal: pintu kamar itu terkunci dari dalam.
"Di situ sampai siang belum bangun juga. Sore akhirnya lapor ke sekuriti lagi minta ada keluarga atau orang dekat yang bisa menjamin," imbuh Budi, menjelaskan prosedur yang harus dilalui sebelum pintu bisa dibuka.
Artikel Terkait
Cucun Tinjau Langsung Penanganan Longsor Pasirlangu, Tekankan Koordinasi dan Teknologi
Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Bekasi Pagi Ini, Getaran Dirasakan Warga
Rusdi Masse Mappasessu Bersiap Lompat ke PSI, Ikuti Jejak Mantan Kader NasDem
PAM JAYA Tegaskan: Tak Ada Kenaikan Tarif Air di 2026