Bank OCBC NISP baru-baru ini menggelontorkan dana segar untuk proyek energi terbarukan. Nilainya cukup besar, mencapai Rp113 miliar, yang disalurkan kepada PT Investasi Hijau Satu. Dana ini rencananya bakal dipakai untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Bagi bank, langkah ini bukan sekadar urusan bisnis biasa. Mereka bilang, ini adalah bentuk konkret komitmen untuk mendorong transisi energi di Indonesia. Di sisi lain, bagi Investasi Hijau Satu, suntikan modal ini jelas jadi angin segar. Mereka punya target ambisius: mempercepat ekspansi portofolio aset PLTS mereka dalam kurun empat tahun ke depan.
“Dengan struktur penilaian risiko yang kuat dan dukungan terhadap praktik pembiayaan berkelanjutan, bank berharap kolaborasi seperti ini dapat mempercepat realisasi ekonomi hijau di Indonesia,” begitu penjelasan manajemen NISP, Jumat lalu.
Mereka menambahkan, upaya ini diharapkan bisa mendorong industri bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.
Kalau dilihat, proyek ini memang sejalan dengan kerangka kerja yang mereka punya. NISP punya seperangkat prinsip keuangan berkelanjutan yang bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi, tapi tetap mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan. Mereka terus mencari peluang pembiayaan di sektor-sektor yang mendukung pembangunan hijau.
Skema pembiayaan proyek seperti ini dinilai cocok untuk bisnis energi surya, yang memang butuh investasi aset jangka panjang. Jadi, bukan hanya perusahaan besar, sektor bisnis menengah pun punya peluang untuk mulai beralih ke operasi yang lebih ramah lingkungan.
Angkanya pun cukup berbicara. Hingga akhir September 2025, NISP tercatat sudah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan senilai Rp34,69 triliun. Yang menarik, hampir separuhnya tepatnya 44 persen merupakan green financing atau pembiayaan hijau.
Namun begitu, komitmen mereka tak berhenti di situ. NISP meyakini, penerapan prinsip ESG (environmental, social, and governance) bakal membawa dampak positif jangka panjang. Mereka berusaha mengintegrasikan prinsip-prinsip ini ke dalam seluruh operasionalnya, sebagai bagian dari jalan menuju target Net Zero Emissions.
Jadi, lewat pembiayaan ini, ada dua hal yang coba didorong: percepatan proyek energi bersih dan penguatan struktur pendanaan untuk masa depan yang lebih hijau.
Artikel Terkait
CBUT Targetkan Kinerja Tahun Ini Terdongkrak Program B50 dan Pabrik Baru
IHSG Rebound Dua Hari Beruntun, BBCA Jadi Motor Penguatan di Tengah Aksi Jual Asing Rp3,13 Triliun
Harga Emas di Pegadaian Kompak Turun, UBS Paling Dalam Terkoreksi Rp54.000 per Gram
CBRE Tunggu Efektif OJK, Rights Issue Ditargetkan Rampung Juni 2026