Bank OCBC NISP baru-baru ini menggelontorkan dana segar untuk proyek energi terbarukan. Nilainya cukup besar, mencapai Rp113 miliar, yang disalurkan kepada PT Investasi Hijau Satu. Dana ini rencananya bakal dipakai untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Bagi bank, langkah ini bukan sekadar urusan bisnis biasa. Mereka bilang, ini adalah bentuk konkret komitmen untuk mendorong transisi energi di Indonesia. Di sisi lain, bagi Investasi Hijau Satu, suntikan modal ini jelas jadi angin segar. Mereka punya target ambisius: mempercepat ekspansi portofolio aset PLTS mereka dalam kurun empat tahun ke depan.
“Dengan struktur penilaian risiko yang kuat dan dukungan terhadap praktik pembiayaan berkelanjutan, bank berharap kolaborasi seperti ini dapat mempercepat realisasi ekonomi hijau di Indonesia,” begitu penjelasan manajemen NISP, Jumat lalu.
Mereka menambahkan, upaya ini diharapkan bisa mendorong industri bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.
Kalau dilihat, proyek ini memang sejalan dengan kerangka kerja yang mereka punya. NISP punya seperangkat prinsip keuangan berkelanjutan yang bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi, tapi tetap mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan. Mereka terus mencari peluang pembiayaan di sektor-sektor yang mendukung pembangunan hijau.
Artikel Terkait
Tarif Visa dan Layanan Imigrasi untuk Warga Asing Segera Naik
IHSG Tumbang 41 Poin, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat di Tengah Bencana Merah
Diam-Diam Menguat, Saham AADI dan ADMR Torehkan Kenaikan Fantastis
Hutomo Mandala Putra: Sosok di Balik Saham GOLF yang Melonjak 75%