Pertumbuhan tabungan nasabah di Indonesia ternyata punya dua wajah yang sangat berbeda. Di satu sisi, tabungan dengan saldo fantastis di atas Rp 5 miliar justru melesat tinggi. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, segmen ini tumbuh hingga 22,76 persen secara tahunan. Angka yang cukup mencengangkan.
Ferdinan D. Purba, Anggota Dewan Komisioner LPS, punya analisis terkait lonjakan ini. Menurutnya, kebijakan pemerintah turut berperan.
"Tabungan di atas Rp 5 miliar ini pertumbuhannya cukup tinggi, 22,76 persen. Ini mungkin juga dikontribusi adanya penempatan dana SAL pemerintah. Persentasenya cukup tinggi jadinya itu," ujar Purba dalam sebuah konferensi pers di kantor LPS, Jumat (23/1) lalu.
Namun begitu, ceritanya jadi lain kalau kita lihat nasabah kecil. Tabungan dengan saldo di bawah Rp 100 juta hanya naik 3,43 persen. Memang masih tumbuh, tapi lajunya jauh lebih pelan ketimbang tahun sebelumnya.
"Yang di bawah Rp 100 juta ini tumbuh 3,43 persen. Jadi kalau dilihat, pertumbuhannya tidak terlalu tinggi dibanding tahun lalu, tapi ya tetap naik," ungkap Purba.
Secara keseluruhan, dana pihak ketiga (DPK) perbankan masih menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 13,83 persen. Aktivitas belanja pemerintah dan korporasi disebut jadi pendorong utamanya. Sementara itu, penyaluran kredit hingga Desember 2025 tumbuh 9,63 persen.
Di sisi lain, LPS juga membuka data soal bank-bank yang pernah mereka tangani. Sejak beroperasi tahun 2005 hingga akhir 2025, total simpanan dari bank yang dilikuidasi mencapai Rp 3,99 triliun, berasal dari lebih dari 500 ribu rekening.
Dari angka segitu, ternyata tidak semua bisa dibayarkan. Simpanan yang dinyatakan tidak layak bayar (STLB) menyumbang Rp 592,14 miliar atau sekitar 14,83 persen. Sisanya, Rp 3,4 triliun, dinyatakan layak bayar.
Lalu, apa penyebabnya? Farid Azhar Nasution, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, membeberkan rinciannya.
Artikel Terkait
IHSG Tumbang 41 Poin, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat di Tengah Bencana Merah
Diam-Diam Menguat, Saham AADI dan ADMR Torehkan Kenaikan Fantastis
Hutomo Mandala Putra: Sosok di Balik Saham GOLF yang Melonjak 75%
Bulog Siapkan 100 Gudang Baru untuk Wujudkan Cadangan Beras 4 Juta Ton