Di sebuah konferensi Partai Republik yang ramai di Florida, Donald Trump berbicara tentang perang dengan Iran. Bukan sebagai konflik besar yang berlarut-larut, tapi sebagai sesuatu yang lain. Mantan Presiden AS itu menyebutnya "ekskursi jangka pendek". Ya, semacam perjalanan singkat.
"Kami melakukan sedikit ekskursi karena kami merasa harus melakukan itu untuk menyingkirkan beberapa kejahatan," ujarnya, Selasa (10/3/2026) lalu.
Trump menegaskan, serangan gabungan AS dan Israel akan terus berlanjut. Tujuannya? Sampai Iran, menurutnya, "benar-benar dan secara telak dikalahkan." Dia punya alasan mendesak. "Jika kita tidak melakukan itu, mereka akan memiliki senjata nuklir dalam waktu dua minggu," tambahnya, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Klaim-klaim lain pun dilontarkan. Dengan nada penuh keyakinan, Trump menyatakan pasukan AS-Israel telah "menghancurkan" Iran. Kemampuan drone dan rudal mereka, katanya, sedang dihancurkan sepenuhnya. Bahkan soal Angkatan Laut Iran, dia menggambarkan situasi yang suram.
"Angkatan Laut telah lenyap. Semuanya tergeletak di dasar laut 46 kapal," ucap Trump. Dia juga menyebut para pemimpin Iran berulang kali menjadi sasaran dalam kampanye militer ini.
Pernyataannya itu muncul di tengah situasi yang sudah memanas. Serangkaian serangan AS dan Israel telah berlangsung sejak 28 Februari. Hingga kini, konflik itu dikabarkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang. Korban yang disebutkan mencakup Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan sejumlah pejabat militer senior Iran.
Di sisi lain, Iran tidak tinggal diam. Mereka telah membalas dengan menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer Amerika di kawasan itu. Beberapa kota di Israel juga jadi sasaran. Gelombang serangan balasan ini disebut merenggut nyawa setidaknya tujuh anggota militer AS.
Suasana tegang masih menyelimuti. Dan dari Florida, Trump mengirim pesan yang jelas: operasi militer akan berlanjut sampai tujuan akhirnya tercapai.
Artikel Terkait
Duel Senjata Tajam di Sidrap Akibat Sengketa Lahan Sawah, Dua Pria Luka-Luka
Dokter Ungkap Akar Masalah GERD Bukan Asam Lambung, Melainkan Katup Esofagus yang Longgar
Anggota DPR Desak Pemerintah Tak Lengah Meski Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton
Remaja 16 Tahun Divonis 15 Tahun Penjara atas Pembunuhan Guru Bahasa Spanyol di Prancis