Di sisi lain, aksi ini langsung berdampak pada warga yang membutuhkan daging. Anton, seorang pembeli, mengaku sudah berkeliling ke enam pasar berbeda mulai Rawamangun, Ampera, Rawasari, hingga Sumber Batu. Hasilnya nihil. "Tutup semua. Sulit banget cari daging," keluhnya.
Kesulitan serupa dirasakan Herman, pengusaha warung makan Padang. Baginya, ini masalah serius. Menu utamanya kan bergantung pada daging.
"Enggak ada yang dijual hari ini. Saya jualan nasi, harus pakai daging. Kalau warung Padang enggak ada daging, ya repot. Nggak tahu harus gimana," ucap Herman, tampak bingung.
Jadi, suasana pasar yang sunyi ini bukan tanpa alasan. Ada tekanan ekonomi yang riil, dirasakan baik oleh pedagang maupun konsumen. Mogok jualan mungkin satu-satunya cara mereka bersuara, meski harus mengorbankan omzet sehari. Sementara itu, pembeli pun harus mencari alternatif atau menunggu sampai aksi ini berakhir.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual