HOME Syariah: Dari Renovasi Rumah hingga Kebangkitan Ekonomi Keluarga

- Kamis, 22 Januari 2026 | 21:06 WIB
HOME Syariah: Dari Renovasi Rumah hingga Kebangkitan Ekonomi Keluarga

Di lapangan, program ini sudah mulai mengubah cerita hidup beberapa orang. Seperti Marni, seorang nasabah PNM dari Kutawaluya, Karawang. Ia bergabung sejak 2018, dengan plafon pinjaman yang naik dari Rp 3 juta jadi Rp 8 juta sekarang.

Perjalanannya tidak mudah. Dulu, kehidupan keluarganya serba kekurangan.

"Dulu suami saya nggak punya kerja tetap, serabutan. Sembilan tahun lalu, buat makan sehari-hari aja rasanya kurang. Jangankan buat beli lauk, kadang sepotong ayam pun susah sekali," kenang Marni.

Ia berjualan keliling, panas-panasan membawa dagangan. Namun, setelah masuk program Mekaar dan kemudian mendapat akses HOME Syariah, perlahan keadaan berubah. "Saya bisa bangun warung kecil di rumah. Sekarang saya nggak perlu keliling lagi, jualan gorengan bisa dari rumah," ceritanya dengan nada lega.

Perubahan itu terasa nyata bagi keluarganya. "Alhamdulillah, saya bisa bantu suami, penghasilan lebih jelas, dan yang paling saya syukuri, anak-anak bisa tetap sekolah," tutur Marni.

Kisah seperti inilah yang ingin terus diduplikasi. Program HOME Syariah, pada akhirnya, bukan cuma soal membenahi fisik bangunan. Lebih dari itu, ia berusaha mengukir fondasi ekonomi yang lebih kokoh, dimulai dari dalam rumah.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar