Treasure Global Investments Limited baru saja melepas saham Bumi Resources (BUMI) dalam jumlah yang fantastis. Transaksi besar ini terjadi Senin lalu, tepatnya 19 Januari 2026, dengan total 18,195 miliar saham yang berpindah tangan.
Kalau dirunut dari data keterbukaan informasi BEI yang dirilis Rabu (21/1), saham-saham itu dilepas di harga Rp380 per lembar. Hasilnya? Perusahaan itu meraup dana segar yang tak main-main: sekitar Rp6,914 triliun.
Akibat aksi jual besar-besaran ini, porsi kepemilikan Treasure Global di BUMI pun menyusut drastis. Dari sebelumnya menguasai 30 miliar saham atau setara 8,08%, kini tinggal 11,805 miliar unit atau cuma 3,18% saja.
Menariknya, transaksi raksasa ini sudah tercium lebih dulu oleh para pelaku pasar. Tim riset IDX Channel mencatat adanya crossing saham BUMI di pasar negosiasi dengan volume yang nyaris sama, sekitar 18,2 miliar saham, pada hari yang sama. Prosesnya difasilitasi Ina Sekuritas Indonesia dengan kode broker RB, dan nilai transaksinya mencapai kisaran Rp6,9 triliun.
Nah, sampai berita ini diturunkan, siapa pembelinya masih jadi misteri. Belum ada pernyataan resmi yang keluar, baik soal identitas pembeli maupun tujuan strategis di balik transaksi bernilai triliunan ini.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh punya pandangannya sendiri. Ia menilai aksi ini tak lepas dari pergerakan Grup Salim di tubuh BUMI.
“Transaksi tersebut menarik. Ada indikasi broker RB itu terafiliasi dengan Grup Salim,” ujar Yeoh, Senin lalu.
Memang, posisi Grup Salim di BUMI cukup kuat. Mereka, bersama Grup Bakrie, sama-sama mengendalikan perusahaan tambang ini setelah melakukan akuisisi besar pada periode 2022-2023 silam.
Di sisi lain, BUMI sendiri sedang gencar melakukan transformasi. Laporan UOB Kay Hian per 19 November 2025 mencatat, perusahaan ini terus mendiversifikasi bisnisnya. Mereka mendorong produksi emas melalui BRMS, meningkatkan volume overburden removal lewat PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan mengakuisisi aset emas-tembaga Wolfram yang berbiaya rendah.
Tak cuma itu, ekspansi juga dilakukan ke bisnis bauksit-alumina melalui Laman Mining. Upaya ini jelas bertujuan membangun portofolio usaha yang lebih beragam, tak hanya mengandalkan batu bara semata.
Bagaimana reaksi pasar? Saham BUMI hari ini ditutup melemah 28 poin, atau turun 6,76%, ke level Rp386. Pelemahan ini mungkin jadi cermin dari respon investor atas transaksi besar yang masih menyisakan banyak tanda tanya.
Artikel Terkait
Wall Street Melemah di Awal Pekan, Investor Tunggu Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Perkembangan Negosiasi AS-Iran
Garuda Metalindo Bagikan Dividen Rp117,2 Miliar, Setara 88,63% Laba Bersih 2025
Garudafood Bagikan Dividen Rp350 Miliar, Rp9,5 per Saham
OJK Ungkap Data Konsentrasi Kepemilikan Saham Jadi Acuan MSCI Keluarkan Emiten dari Indeks