“Nggak, rupiah adalah tugas dari bank sentral. Dan saya percaya Bank Indonesia akan mengambil langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegasnya.
Menurutnya, tak ada arahan khusus dari Menkretneg dalam pertemuan itu. Intinya cuma satu: konsolidasi. Agar koordinasi antar lembaga bisa lebih erat dan solid ke depannya.
Lalu, bagaimana dengan isu yang beredar soal tukar guling seorang Deputi BI untuk posisi Wakil Menteri Keuangan? Purbaya mengaku belum paham detailnya.
“Kalau itu saya nggak tahu. Saya nggak ngerti. Yang jelas seluruh peraturan telah dipenuhi jadi nggak ada masalah,” tuturnya singkat.
Pertemuan itu sendiri berlangsung cukup singkat. Namun, pesannya jelas: di tengah kondisi mata uang yang fluktuatif, komunikasi antara fiskal dan moneter tetap terjaga.
Artikel Terkait
Laba Bersih BSDE Anjlok 42% pada 2025, Meski Penjualan Tumbuh
Laba Bersih Adaro Anjlok 37% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara Global
Laba Bersih ADRO Anjlok 68% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara dan Spin-off AADI
PT Liqun Investment Indonesia Resmi Akuisisi Saham Mayoritas KOKA