“Nggak, rupiah adalah tugas dari bank sentral. Dan saya percaya Bank Indonesia akan mengambil langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegasnya.
Menurutnya, tak ada arahan khusus dari Menkretneg dalam pertemuan itu. Intinya cuma satu: konsolidasi. Agar koordinasi antar lembaga bisa lebih erat dan solid ke depannya.
Lalu, bagaimana dengan isu yang beredar soal tukar guling seorang Deputi BI untuk posisi Wakil Menteri Keuangan? Purbaya mengaku belum paham detailnya.
“Kalau itu saya nggak tahu. Saya nggak ngerti. Yang jelas seluruh peraturan telah dipenuhi jadi nggak ada masalah,” tuturnya singkat.
Pertemuan itu sendiri berlangsung cukup singkat. Namun, pesannya jelas: di tengah kondisi mata uang yang fluktuatif, komunikasi antara fiskal dan moneter tetap terjaga.
Artikel Terkait
Air Mata Direktur Utama PLN Saat Bongkar Medan Berat Perjuangan Nyalakan Kembali Listrik Pasca Bencana
Kemnaker Bakal Usut Perusahaan yang Putus Kontrak dan Minta Uang ke Peserta Magang
Rupiah Tertekan, BI Soroti Badai Global dan Isu Pencalonan Deputi Gubernur
Rayuan Investasi Bodong Berevolusi: Dari Janji Pasti Kaya ke Pamer Kemewahan di Medsos