Latar belakang dari tender offer ini sendiri adalah akuisisi besar-besaran. Sebelumnya, Sampoerna Group lewat Twinwood Family Holdings Limited telah melepas seluruh kepemilikannya di SGRO tepatnya 65,72% ke tangan POSCO. Langkah ini diambil POSCO untuk memperkuat ekosistem bisnis CPO mereka di Indonesia.
Seiring pergantian kepemilikan itu, terjadi beberapa perubahan di tubuh perusahaan. Nama PT Sampoerna Agro Tbk pun berganti menjadi PT Prime Agri Resources Tbk. Di sisi dewan komisaris, Kong Byoungsun naik menjadi Komisaris Utama, menggantikan Eka Dharmajanto Kasih yang mengundurkan diri.
Namun begitu, jajaran direksi inti tampaknya tak banyak berubah. Budi Setiawan Halim tetap dipercaya memegang tampuk Direktur Utama. Struktur ini mungkin dipertahankan untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan di tengah transisi kepemilikan.
Bagaimana reaksi pasar? Hingga penutupan perdagangan Selasa (20/1), saham SGRO ditutup menguat tipis 0,98% di level Rp7.700. Performanya dalam sebulan terakhir cukup positif, dengan kenaikan 1,65%. Bahkan dalam tiga bulan, saham ini melesat hingga 37,50%. Tawaran harga premium dari AGPA mungkin sudah mulai direspon pasar.
Artikel Terkait
Ahmad Yani Ambil Alih Pucuk Pimpinan Pertamina Geothermal, Pacu Target 1,8 GW
Kemenperin Godok Aturan Baru untuk Permudah IKM Akses Bahan Baku Impor
Manajemen UDNG Bantah Isu Akuisisi, Fokus Ekspansi Tambak Udang
Dua Menteri Godok Strategi Dana untuk Infrastruktur dan Penanganan Bencana