“Selain itu, pesawat dilaporkan sempat mengalami kerusakan mesin beberapa waktu sebelumnya. Ini adalah informasi awal yang sudah kami kumpulkan dari kejadian ini,” sambungnya.
Di sisi lain, Lasarus menekankan bahwa semua informasi awal itu belum tentu akurat. Karena itu, dia berharap Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera turun tangan. Investigasi yang menyeluruh dan independen sangat dibutuhkan untuk mengungkap duduk perkara yang sebenarnya. Tujuannya jelas: mencegah spekulasi liar yang justru bisa menyesatkan.
“Kita serius menangani ini. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” katanya dengan nada tegas.
“Tentu bukan kewenangan kami untuk menyampaikan mengapa pesawat berbelok ke arah tersebut, yang sebetulnya bukan jalurnya. Itu hanya informasi awal yang kami terima.”
Pada akhirnya, semua akan diserahkan ke tangan KNKT. Lasarus menegaskan, penyelidikan kecelakaan pesawat bukanlah ranah untuk berspekulasi. Semuanya harus berpijak pada data teknis dan bukti empiris yang solid, yang nantinya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum. Itulah satu-satunya jalan untuk menemukan jawaban dan memulihkan kepercayaan.
Artikel Terkait
Dua Menteri Godok Strategi Dana untuk Infrastruktur dan Penanganan Bencana
POSCO International Tawar Rp4,93 Triliun untuk Kuasai Saham Prime Agri Resources
JMA Syariah Tak Perlu Khawatir, Modal Rp127 Miliar Sudah Lampaui Batas OJK
Rupiah Terseret Isu Greenland dan Tarif Trump, IMF Justra Naikkan Proyeksi RI