Kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Makassar belum lama ini benar-benar menyita perhatian. Bukan cuma di dalam negeri, tapi juga jadi sorotan mata dunia. Hal ini mengemuka dalam rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan, Selasa (20/1/2026) lalu. Ketua Komisi V, Lasarus, secara khusus menyoroti insiden yang menewaskan sepuluh orang ini.
“Tentu ini menjadi kewenangan KNKT untuk diinvestigasi,” tegas Lasarus.
“Jatuhnya pesawat ini sampai menarik perhatian dunia luar,” imbuhnya.
Dia mengaku sejak kejadian, dirinya kebanjiran pertanyaan dan informasi dari berbagai pihak. Misalnya soal laporan BMKG mengenai kondisi cuaca saat itu. Katanya, di ruang udara yang dilintasi pesawat, ada awan tebal yang cukup mengkhawatirkan.
Nah, yang jadi tanda tanya besar, pesawat seharusnya nggak melewati wilayah udara tempat serpihannya ditemukan. Jalur penerbangannya kan sudah ditentukan, dan semestinya menghindari area dengan kondisi cuaca buruk seperti itu. Tapi kenyataannya berbeda.
“Ada gunung di lokasi jatuhnya pesawat ini,” ujar Lasarus memaparkan informasi awal yang dia terima.
Artikel Terkait
Dua Menteri Godok Strategi Dana untuk Infrastruktur dan Penanganan Bencana
POSCO International Tawar Rp4,93 Triliun untuk Kuasai Saham Prime Agri Resources
JMA Syariah Tak Perlu Khawatir, Modal Rp127 Miliar Sudah Lampaui Batas OJK
Rupiah Terseret Isu Greenland dan Tarif Trump, IMF Justra Naikkan Proyeksi RI