Israel kembali menuding Iran. Kali ini, militer mereka menyebut Teheran telah berulang kali meluncurkan bom tandan selama perang senjata yang dinilai sangat mengancam keselamatan warga sipil. Tapi sebenarnya, apa sih bom tandan itu? Dan kenapa penggunaannya dilarang?
Sebelum masuk ke detail teknis, penting untuk melihat klaim ini dengan kepala dingin. Menurut Khairul Fahmi, Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), dalam konflik modern, perang informasi dan propaganda hampir selalu menyertai pertempuran di lapangan.
"Klaim sepihak dari salah satu pihak yang bertikai tidak bisa serta-merta dijadikan kebenaran absolut tanpa adanya investigasi forensik dan verifikasi dari lembaga independen internasional, seperti PBB," katanya, Minggu (8/3/2026).
"Karena itu, saya harus menempatkan ini sebagai 'tudingan' yang masih butuh pembuktian, bukan fakta yang sudah terkonfirmasi."
Nah, soal bom tandan sendiri, Khairul membeberkan cara kerjanya. Senjata ini didesain untuk menghujani sebuah wilayah dengan daya hancur yang luas. Bayangkan sebuah bom besar yang meledak di udara, lalu melepaskan ratusan bom kecil di bawahnya.
"Mekanismenya, senjata utama yang bisa berupa bom yang dijatuhkan dari udara, rudal, atau peluru artileri, akan pecah atau membuka di udara sebelum mencapai permukaan tanah," jelas Khairul.
"Saat terbuka, selongsong utama ini melepaskan puluhan hingga ratusan bom berukuran kecil yang kemudian tersebar menghujani area seluas beberapa lapangan sepak bola sekaligus."
Artikel Terkait
Banjir 1,5 Meter Rendam Permukiman di Cipinang Melayu
BNN Ungkap Laboratorium Narkoba Rusia di Vila Mewah Bali
Kebakaran Landa Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng
Ketua Komisi X DPR Dukung Aturan Batas Usia 16 Tahun untuk Akses Media Sosial