Sudah empat tahun PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), atau yang lebih dikenal sebagai InJourney, hadir di Indonesia. Holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata ini lahir di awal 2022, dan sejak itu perjalanan transformasinya cukup intens. Fokusnya jelas: memperkuat fondasi anak perusahaannya lewat integrasi aset, menata ulang tata kelola operasional dan manajerial, serta tentu saja, meningkatkan kualitas layanan untuk pelanggan.
Upaya itu rupanya membuahkan hasil. Grup ini akhirnya berhasil meraih profitabilitas secara keseluruhan. Pencapaian ini tak lepas dari pendekatan kolaboratif yang mengedepankan semangat gotong royong, plus sinergi yang erat dengan Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Maya Watono, Direktur Utama InJourney, menilai transformasi selama empat tahun terakhir ini telah membangun fondasi yang kokoh. "InJourney akan melanjutkan transformasi ini, dengan tetap adaptif untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat, seperti yang terjadi pada masa saat ini," ujarnya.
Ia menambahkan, "Kami berharap seluruh prakarsa InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian nasional."
Melalui berbagai pilar bisnisnya, InJourney terus menciptakan pengungkit yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, mereka diharapkan bisa tetap menjadi katalis pertumbuhan, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (GDP) diproyeksikan mencapai 4,1 hingga 6 persen pada tahun 2029.
Berbagai Inisiatif untuk Perekonomian
Di lapangan, InJourney menggelar sejumlah inisiatif strategis. Mulai dari transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi seperti Borobudur dan Taman Mini, hingga pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur dan pengembangan Mandalika serta Golo Mori.
Tak ketinggalan, melalui Sarinah, mereka konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke kancah global. Rangkaian kerja nyata ini berkontribusi pada kinerja korporasi, yang kini menempatkan InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia.
"InJourney semakin menegaskan perannya dalam menjadikan aviasi dan pariwisata sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Maya Watono.
Menurutnya, capaian ini menjadi fondasi untuk menjalankan peran ganda: sebagai pencipta nilai (value creation) sekaligus agen pembangunan (agent of development).
Komitmen pada Pariwisata Berkelanjutan
Memasuki usia keempat, InJourney menegaskan komitmennya pada prinsip keberlanjutan. Tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia” diusung sebagai kerangka berpikir untuk setiap inisiatif jangka panjang. Intinya, pariwisata harus menjadi investasi lintas generasi yang menyeimbangkan ekonomi, lingkungan, dan pemberdayaan sosial.
Komisaris Utama InJourney, Iwan Setyawan, menjelaskan bahwa tema ini merefleksikan strategi holding dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang bernilai. "Pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan. Karena berkarya adalah tentang menciptakan pengalaman, memberi makna, dan meninggalkan dampak," tutur Iwan.
Artikel Terkait
IHSG Tembus Rekor Baru, Tapi Tak Bertahan Lama
Analis BNI Sekuritas Soroti Level Krusial 9.100 untuk Lanjutkan Rally IHSG
Harga Emas Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram, Pajak Beli Turun
Manufaktur Indonesia Tutup 2025 dengan Ekspansi, Optimisme Menggelora ke 2026