Pertumbuhan ekonomi China di tahun 2025 akhirnya menyentuh angka 5 persen. Target itu tercapai, meski jalan yang ditempuh tak mulus perang tarif dengan Amerika Serikat terus menghantam.
Data resmi dari Biro Statistik Nasional China (NBS) yang dirilis Senin (19/1) mengonfirmasi capaian ini. Menurut Bloomberg, negeri Tirai Bambu itu bertahan dengan cara menggenjot ekspor ke negara-negara di luar AS.
Dalam keterangan tertulisnya, NBS mengakui bahwa perekonomian memang berhasil bertahan di tengah tekanan.
“Kami mencatat kemajuan yang stabil sepanjang 2025,” tulis NBS.
“Tapi dampak dari luar semakin kuat. Ketimpangan antara pasokan domestik yang kuat dan permintaan yang lemah kian nyata. Masalah lama belum selesai, tantangan baru sudah menunggu.”
Di sisi lain, gambaran pertumbuhan itu tidak sepenuhnya merata. Ada sisi yang terang, ada pula yang suram. Produksi industri, misalnya, menunjukkan performa cukup bagus dengan kenaikan 5,2 persen pada Desember angka tercepat dalam tiga bulan.
Artikel Terkait
Wall Street Anjlok Diterjang Data Buruk dan Ancaman Perang di Timur Tengah
Pemerintah Siapkan Bansos dan Diskon Transportasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026
Danantara Tunjuk Dua Perusahaan China Kelola Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi dan Denpasar
Kobexindo Buka Cabang di Manado untuk Dongkrak Pasar Alat Berat Indonesia Timur