Emas Tertekan Sentimen The Fed, Analis dan Investor Ritel Berselisih Pandang

- Senin, 19 Januari 2026 | 07:20 WIB
Emas Tertekan Sentimen The Fed, Analis dan Investor Ritel Berselisih Pandang

“Naik. Aturan Pasar Newsom nomor satu: jangan melawan tren. Dan tren di logam mulia, termasuk emas, masih mengarah ke atas,” tegas Newsom.

Sementara itu, Mark Leibovit dari VR Metals/Resource Letter justru menyuarakan kekhawatiran yang lebih dalam.

“Puncak kemungkinan sudah tercapai untuk emas dan perak. Risikonya adalah perak bisa jatuh ke zona 50-60 dan emas ke 3.500. Saya sendiri sekarang memilih berada di posisi kas (uang tunai),” katanya.

Secara angka, dari 16 analis Wall Street yang disurvei, hanya separuhnya atau delapan orang yang masih bullish untuk pekan ini. Empat analis memprediksi penurunan, dan empat lainnya melihat harga akan bergerak sideways atau konsolidasi.

Suasana di kalangan investor ritel jauh lebih hangat. Dari 247 suara yang masuk dalam jajak pendapat daring, mayoritas besar 192 trader atau 78 persen memperkirakan harga akan naik. Hanya 11 persen yang memprediksi turun atau mendatar.

Pekan ini, kalender ekonomi cukup padat dengan data inflasi dan pertumbuhan. Tapi, jangan kaget jika pasar tetap lebih banyak menyoroti perkembangan geopolitik yang terjadi. Pasar AS tutup pada Senin untuk Hari Martin Luther King Jr., sementara di Davos, Swiss, World Economic Forum (WEF) baru saja dimulai.

Pada Selasa, data ADP Employment AS akan dirilis. Rabu, giliran Pending Home Sales untuk Desember, dan Presiden Trump dijadwalkan berbicara di WEF. Kamis pagi menjadi hari yang sibuk dengan rilis final PDB AS kuartal III, data inflasi PCE, serta klaim pengangguran mingguan. Pekan ini kemudian ditutup pada Jumat dengan rilis data S&P Flash PMI dan indeks sentimen konsumen University of Michigan.

Jadi, semuanya kembali pada data dan nada dari para pembicara. Emas mungkin sedang menarik napas sejenak, tapi pertarungan antara bulls dan bears jelas belum berakhir.


Halaman:

Komentar