Pagi ini, IHSG membuka perdagangan dengan catatan hijau. Pada Jumat (2/1), indeks saham Indonesia menguat 37,130 poin atau setara 0,43 persen, mengawali hari di posisi 8.684,069. Angka pembukaannya sendiri berada di level 8.676,741.
Kalau kita lihat data RTI, suasana pasar terlihat cukup optimis. Saham-saham yang menguat jumlahnya mendominasi, tepatnya 350 emiten. Di sisi lain, hanya 104 saham yang melemah, sementara 228 lainnya cenderung stagnan dan tak banyak bergerak.
Nilai transaksi hari ini tercatat Rp 342,880 miliar. Volume perdagangannya mencapai 528,461 juta saham, dengan frekuensi transaksi yang terjadi sebanyak 75.496 kali. Dengan pergerakan ini, kapitalisasi pasar pun terdongkrak ke angka Rp15.959,115 triliun. Cukup solid untuk awal sesi.
Namun begitu, ada sedikit tekanan dari sisi mata uang. Menurut pantauan Bloomberg pagi tadi, rupiah justru melemah tipis 0,07 persen terhadap dolar AS. Pada pukul 09.02 WIB, kursnya berada di Rp 16.698 per dolar.
Lalu, bagaimana dengan bursa regional lainnya? Kondisinya beragam.
Indeks Nikkei 225 di Jepang tampak stagnan, bertahan di 50.339,500. Sama halnya dengan Indeks Shanghai Composite (SSEC) di China yang hampir tak bergerak di level 3.968,840.
Tapi, semangat datang dari Hong Kong. Indeks Hang Seng (HSI) melonjak cukup signifikan, naik 1,43 persen ke posisi 25.997,179. Sedangkan Straits Times Index (STI) Singapura mencetak kenaikan moderat 0,22 persen, menguat ke 4.656,379.
Jadi, secara umum, sentimen regional pagi ini cukup bervariasi. IHSG sendiri berhasil menjaga momentum positifnya di tengah campuran kondisi tersebut.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Puasa 2026
S&P DJI Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia, Pantau Perkembangan Regulasi BEI
S&P Dow Jones Tetap Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia Meski Kompetitor Tunda
S&P Tetap Lanjutkan Rebalance Indeks Indonesia di Tengah Keraguan Pesaing