Harga minyak dunia kembali melemah pada Kamis kemarin. Ini terjadi setelah pemerintahan Donald Trump mendesak Ukraina untuk menerima kesepakatan damai dengan Rusia. Perang yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun itu memang jadi perhatian banyak pihak.
Kontrak berjangka Brent ditutup di angka USD63,38 per barel, turun tipis 0,2 persen. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir di USD59,14 per barel, dengan penurunan sedikit lebih dalam di 0,5 persen.
Padahal, sesi perdagangan sempat menunjukkan penguatan. Laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan penurunan stok minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan. Tapi ternyata, sentimen positif itu tak bertahan lama.
Di sisi lain, proposal perdamaian yang digulirkan AS dan Rusia menuai perhatian. Rencana itu konon mencakup penyerahan sebagian wilayah Ukraina kepada Rusia, plus pengurangan kekuatan militer Ukraina. Dua hal yang sebelumnya selalu ditolak mentah-mentah oleh Presiden Volodymyr Zelensky.
Namun kali ini, Zelensky bersikap berbeda. Ia menyatakan akan mempelajari usulan tersebut dan berencana berkonsultasi lebih lanjut dengan Amerika Serikat.
"Banyak yang mengira proposal baru ini akan langsung ditolak oleh Zelenskiy, tetapi ia tidak menepisnya begitu saja," kata Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group.
Artikel Terkait
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026
Empat Emiten Lepas Status Papan Khusus, Perdagangan Kembali Normal Pekan Depan
Menteri Keuangan Bahas Insentif untuk Merger Tiga Anak Usaha Pertamina