Pefindo Pangkas Peringkat PTPP, Prospek Negatif Mengintai

- Minggu, 18 Januari 2026 | 16:50 WIB
Pefindo Pangkas Peringkat PTPP, Prospek Negatif Mengintai

"Peringkat PTPP mencerminkan pandangan kami mengenai peran penting perusahaan bagi pemerintah dan sumber pendapatan yang terdiversifikasi yang dibatasi oleh struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan PTPP yang lemah, eksposur terhadap segmen properti yang berisiko tinggi, serta lingkungan usaha yang fluktuatif," tutur Pefindo.

Jadi, apa konsekuensinya ke depan? Pefindo memberi sinyal jelas: kegagalan menyelesaikan masalah utang yang jatuh tempo itu bisa memicu penurunan peringkat lebih lanjut. Situasinya memang cukup pelik.

Namun begitu, bukan berarti tidak ada jalan keluar. Prospek negatif ini masih bisa dikembalikan menjadi stabil. Syaratnya, PTPP harus bisa menunjukkan peningkatan kinerja bisnis dan indikator keuangan yang signifikan. Mereka juga dituntut menghasilkan arus kas yang lebih kuat dan berkelanjutan, plus tentu saja, berhasil mengatasi semua kewajiban keuangannya yang mendesak.

Sampai akhir September 2025, kepemilikan saham PTPP cukup menarik. Mayoritas, tepatnya 50,49%, dipegang oleh PT Danantara Asset Management. Sementara publik memegang 48,74%. Porsi negara melalui BP BUMN tercatat 0,51%, dan Koperasi Karyawan hanya 0,03%.

Kini, bola ada di pihak PTPP. Langkah mereka dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan.


Halaman:

Komentar