Jakarta. Suasana di Gedung Putih Jumat lalu terasa berbeda. Bukan karena urusan politik, melainkan sepak bola. Lionel Messi, sang megabintang Argentina, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah acara khusus.
Undangan itu datang menyusul kemenangan Inter Miami, klub tempat Messi bermain, sebagai juara Major League Soccer. Kebetulan, Messi bukan cuma bintang utama di lapangan. Dia juga baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik liga untuk musim kedua berturut-turut. Jadi, wajar kalau dia yang jadi pusat perhatian.
Pertemuan itu sendiri berlangsung cukup cair. Trump, seperti biasanya, tampak santai. Tujuannya sederhana: memberi selamat. Tapi presiden ke-45 AS itu juga menyelipkan beberapa lelucon yang mencairkan suasana.
Dia bahkan menyentuh topik yang selalu panas di kalangan penggemar sepak bola: rivalitas abadi Messi dengan Cristiano Ronaldo.
Tak cuma itu, Trump seolah membandingkan Messi dengan legenda Brasil, Pele. Dengan gaya khasnya, dia bertanya pada orang-orang di sekitarnya.
"Saya sudah mengikuti sepak bola sejak zaman Pele. Siapa yang lebih hebat, dia [Messi] atau Pele? Sepertinya dia lebih baik, ya?" ujar Trump sambil menunjuk Messi.
Spontan, ruangan pun riuh oleh tepuk tangan.
Namun begitu, pertemuan ini tidak sepenuhnya tentang olahraga. Di sela-sela obrolan ringan, Trump menyelipkan komentar serius tentang konflik Iran yang sedang memanas. Dalam pidato singkatnya, dia secara tidak langsung menyatakan dukungan berkelanjutan bagi Israel untuk melanjutkan aksi militernya.
Acara kemudian ditutup dengan momen simbolis. Messi, pemain peraih delapan Ballon d'Or itu, menyerahkan sebuah bola bertanda tangan dari Inter Miami kepada Trump sebagai kenang-kenangan. Pertemuan singkat antara dua ikon dari dunia yang berbeda itu pun berakhir.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-Bank Dunia, Sebut Cadangan USD25 Miliar Cukup
Pimpinan MPR Tinjau Kesiapan IKN, Tunggu Arahan Presiden untuk Pemindahan
DPRD DKI Tegaskan Perubahan Kebijakan Sampah, Fokus Beralih ke Pengurangan di Sumber
Gus Ipul Gandeng Dua Kepala Daerah Percepat Sekolah Rakyat untuk Warga Miskin