Lembaga pemeringkat Pefindo baru saja mengubah status PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Tak tanggung-tanggung, peringkat perusahaan konstruksi pelat merah itu dipangkas dari idA menjadi idBBB . Yang lebih mengkhawatirkan, prospeknya juga berubah dari stabil menjadi negatif.
Tak hanya peringkat utamanya, efeknya langsung merembet. Sukuk Berkelanjutan I serta Obligasi Berkelanjutan III dan IV yang diterbitkan PTPP ikut turun ke level yang sama, idBBB .
Dalam pernyataannya Kamis lalu (15/1/2026), Pefindo menjelaskan alasan di balik keputusan ini. Intinya, ada kombinasi masalah yang sedang dihadapi PTPP.
"Penurunan peringkat ini mencerminkan dampak gabungan dari meningkatnya risiko refinancing PTPP terkait surat utang yang akan jatuh tempo di tengah akses pendanaan yang semakin menantang di industri konstruksi domestik, sehingga menekan likuiditas dan membatasi fleksibilitas keuangan Perusahaan," tulis lembaga pemeringkat itu.
Masalahnya cukup genting. Ada surat utang yang akan segera jatuh tempo pada 11 April 2026 mendatang. Menurut Pefindo, ini adalah risiko kredit jangka pendek utama yang harus dihadapi PTPP. Kalau perusahaan gagal mengatasinya, bisa-bisa profil kreditnya makin terpuruk.
Di sisi lain, Pefindo sebenarnya masih melihat beberapa hal positif dari PTPP. Misalnya, peran strategisnya bagi pemerintah dan sumber pendapatan yang cukup beragam. Sayangnya, hal itu dibayangi oleh beberapa kelemahan mendasar.
Artikel Terkait
Stok Beras Aceh Melimpah, BULOG Pastikan Ramadan dan Lebaran Aman
68 Desa di Aceh Masih Gelap, Tim PLN Terobos Medan Terisolir Pascabencana
Libur Panjang Januari Tak Berdampak Signifikan pada Hunian Hotel
Purbaya Tegaskan Dana Transfer ke Daerah untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Tak Dipotong