Langkah pertama sudah diambil. Amerika Serikat baru saja menyelesaikan penjualan minyak Venezuela pertamanya, dengan nilai yang disebut-sebut mencapai setengah miliar dolar AS. Seorang pejabat pemerintahan mengungkapkan, penjualan serupa kemungkinan akan menyusul dalam hitungan hari dan pekan mendatang.
Ini bukan hal yang mengejutkan. Beberapa hari setelah aksi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro awal bulan ini, Presiden Donald Trump sudah terang-terangan menyatakan niatnya. Targetnya jelas: cadangan minyak bumi Venezuela yang sangat besar itu.
"Industri minyak akan menggelontorkan investasi minimal 100 miliar dolar AS," ujar Trump pada Jumat (15/1) lalu, dengan nada penuh keyakinan. Sayangnya, klaim angka fantastis itu tidak disertai penjelasan yang rinci tentang asal-usulnya.
Namun begitu, antusiasme dari Gedung Putih ternyata tidak begitu menular ke kalangan pelaku industri. Rencana untuk mengeruk keuntungan dari minyak Venezuela justru ditanggapi dengan sikap skeptis oleh para eksekutif energi AS dalam sebuah pertemuan di ibu kota.
CEO ExxonMobil, Darren Woods, terang-terangan menyampaikan keraguannya.
Artikel Terkait
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual