Polri Genjot Pemulihan Aceh-Sumut-Sumbar: Dari Trauma Healing hingga Sumur Bor

- Minggu, 14 Desember 2025 | 00:30 WIB
Polri Genjot Pemulihan Aceh-Sumut-Sumbar: Dari Trauma Healing hingga Sumur Bor

Upaya penanganan bencana di Aceh dan Sumatera kini makin digenjot. Langkah ini diambil menyusul perintah langsung dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sejak Sabtu (13/12) lalu, personel Polri dikerahkan di tiga provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan tugas utama: pemulihan, evakuasi, dan tentu saja, memberikan dukungan psikologis bagi korban.

Di lapangan, kegiatan mereka ternyata sangat beragam. Bukan cuma soal bagi-bagi logistik, tapi juga membangun fasilitas penting dan melayani warga secara langsung.

Di Aceh: Sekolah Dibersihkan, Trauma Healing Diberikan

Di Aceh, aksi polisi terlihat cepat dan nyata. Mereka langsung turun tangan membersihkan fasilitas publik yang porak-poranda diterjang banjir. SD Negeri Kandang di Kabupaten Pidie jadi salah satu sasaran utama. Tak hanya itu, pembersihan juga dilakukan di TPA Nurul Huda dan Balai Pengajian Darul Falah Al Azizah di Aceh Barat.

Bantuan sembako pun disalurkan, misalnya ke warga Desa Blang Asan di Pidie. Di sisi lain, untuk urusan keamanan, tim patroli malam terus berjalan di sekitar lokasi bencana. Pencarian dan evakuasi korban juga tak berhenti.

Yang menarik, dapur lapangan Polri sibuk memasak dan membagikan makanan hangat untuk pengungsi. Sementara itu, tim khusus water treatment sibuk memastikan pasokan air bersih tetap mengalir. Lalu, ada juga tim trauma healing yang memberikan pendampingan psikososial, terutama bagi warga di Kabupaten Aceh Tamiang yang masih trauma.

Sumatera Utara: Dari Service Motor Gratis Sampai Gali Sumur

Lalu, bagaimana dengan Sumut? Fokusnya agak berbeda, lebih ke pemulihan mobilitas dan kebutuhan dasar warga.

Polres Tapanuli Tengah, contohnya, menggelar service motor gratis bagi korban bencana. Mereka juga menyalurkan bantuan sembako ke Kota Sibolga, berupa ratusan kilogram beras, puluhan dus mi instan, dan roti.

Bantuan yang lebih besar lagi disalurkan di Kecamatan Rukka, Tapanuli Tengah. Isinya lengkap: air mineral, beras, roti, snack, mi, susu, selimut, handuk, hingga sabun mandi.

Untuk masalah air bersih, solusinya lebih teknis. Tim Polri membuat sumur bor di Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara. Mereka juga membersihkan jalan di Sipirok, Tapanuli Selatan, dan mengatur lalu lintas di jalur Tapsel-Tapteng yang sempat kacau.

Mirip dengan Aceh, tim water treatment dan trauma healing di Sumut juga bekerja tanpa henti. Bedanya, layanan psikologis ini tak hanya untuk warga, tapi juga untuk personel Polri sendiri yang mungkin kelelahan bertugas.

Sumatera Barat: Jembatan Darurat dan Posko Pengungsian

Sementara di Sumbar, tantangan utamanya adalah akses. Maka, langkah pertama yang dilakukan adalah membangun jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Tujuannya satu: memulihkan konektivitas yang putus. Di lokasi yang sama, rumah-rumah warga juga dibersihkan dari lumpur.

Untuk menampung pengungsi, tenda posko darurat didirikan di Kecamatan Kayu Tanam, Padang Pariaman. Tim juga membantu mengantarkan pelajar SMAN 1 Batang Anai ke UPT Asrama Haji Embarkasi Padang.

Operasi pencarian korban hilang tetap berlangsung, seperti di Kecamatan Malalak Timur, Bukittinggi. Pembersihan juga dilakukan di SDN 24 Korong Nagari Salayo, Solok.

Seperti di wilayah lain, dapur lapangan, penyedia air bersih, dan tim trauma healing Polri di Sumbar terus bekerja. Mereka memastikan bantuan logistik dan dukungan mental sampai ke tangan yang membutuhkan, termasuk kepada rekan-rekan sesama personel di lapangan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini