PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) kembali mengambil dana segar dari induk perusahaannya. Kali ini, perusahaan penyewaan alat transportasi tambang itu menarik pinjaman tahap kedua senilai Rp25 miliar dari PT Samindo Resources Tbk (MYOH).
Transaksi ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Plafon fasilitas pinjamannya sendiri telah disetujui kedua belah pihak pada 10 Mei 2024 lalu. Jadi, penarikan dana tahap kedua ini berjalan sesuai skema yang sudah disepakati.
Yang menarik, suku bunganya terbilang cukup bersaing. Pinjaman ini dikenakan bunga 7,9% per tahun. Nah, menurut sebuah kajian independen, rentang suku bunga wajar untuk transaksi semacam ini berkisar antara 7,86% hingga 9,14%. Artinya, angka yang diterapkan MYOH masih masuk dalam batas wajar dan kompetitif di pasaran.
Hubungan antara TRJA dan MYOH memang sangat erat. MYOH memegang kendali langsung atas 83,81% saham TRJA, menjadikannya sebagai pihak pengendali. Dengan kata lain, ini adalah transaksi antar perusahaan dalam satu grup yang sama.
Karena sifatnya yang afiliasi, prosedur ketat pun diterapkan. Manajemen menyatakan bahwa seluruh ketentuan regulasi pasar modal terkait transaksi afiliasi telah mereka penuhi sejak proses perencanaan transaksi tahun lalu. Jadi, semuanya diklaim sudah sesuai aturan main.
Kepemilikan MYOH atas TRJA sendiri adalah hasil akuisisi yang belum lama berselang. Tepatnya pada November 2023, MYOH menggelontorkan Rp307 miliar untuk membeli 74% saham TRJA. Saham-saham itu sebelumnya dipegang oleh PT Damai Investama Sukses dan PT MSJ Investama Abadi.
Di balik layar, MYOH adalah raksasa jasa pertambangan batubara terintegrasi di Indonesia. Perusahaan ini berada di bawah kendali taipan terkenal, Low Tuck Kwong.
Sementara itu, TRJA punya peran spesifik. Bisnis intinya adalah menyewakan kendaraan 4WD, yang merupakan tulang punggung transportasi di lokasi-lokasi tambang. Jadi, sinergi di antara keduanya terlihat jelas: MYOH butuh alat, TRJA menyediakannya.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020