Seorang perempuan berinisial SH (28) akhirnya ditangkap polisi di rumah kontrakannya di Jalan Durian, Pekanbaru, Kamis siang lalu. Penangkapan ini terkait kasus tabrak lari yang merenggut nyawa seorang pekerja jalan. Mobil Toyota Raize yang dikemudikannya, bernomor polisi B 1557 RKM, menabrak seorang buruh hingga tewas.
Korban adalah Masrial (36), warga asal Solok, Sumatera Barat. Ia tewas saat sedang mengecat marka jalan di Jalan Paus-Tuanku Tambusai, Rabu dini hari. Padahal, area kerjanya sudah dibatasi dengan cone untuk mencegah kendaraan masuk. Tapi, itu tak cukup.
Rekaman CCTV menunjukkan sesuatu yang mengerikan. Mobil itu terlihat oleng dari kejauhan, lalu melaju kencang dan menerobos pembatas. Tabrakan pun terjadi. Yang lebih parah, setelah menabrak, mobil itu tak berhenti. Ia kabur, meninggalkan korban dan sebuah petunjuk penting: pelat nomornya yang terlepas.
Kasatlantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio Bagus Wirawicaksana, menjelaskan penyebabnya. Diduga, SH sedang asyik video call saat mengemudi.
Setelah menabrak dan menyeret korban sekitar 15 meter, SH memilih kabur. Padahal, menurut Satrio, jika takut, seharusnya dia langsung melapor ke kantor polisi terdekat. "Ini tidak ada," tegasnya.
Artikel Terkait
21 Terdakwa Kerusuhan DPR Divonis Pengawasan, Bebas dari Jeruji
Welas Asih yang Sejati Lahir dari Tubuh yang Tenang, Bukan Paksaan Moral
Rapat Darurat PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum
Kaban Soroti Eksploitasi Hutan dan Penegakan Hukum yang Lembek