Menjelang Idulfitri 2026, pemerintah memang tak main-main soal pengawasan harga pangan. Upaya menjaga stok dan harga agar tetap stabil di berbagai daerah terus digenjot. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, saat melakukan pemantauan di lapangan.
“Beberapa hari sebelum Lebaran, kami pantau terus harga bahan pokok. Saya dan pak menteri bagi tugas. Kebetulan saya berada di Pasar Mayestik bersama perwakilan pemerintah daerah DKI dan Badan Pangan Nasional,” ujar Roro di Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).
Ia menegaskan, kerja sama ini bukan cuma soal memantau angka di pasar. “Ini bentuk kerja sama kita bersama-sama. Tujuannya, selain memastikan suplainya aman, juga mengevaluasi harga agar tetap terkendali,” tuturnya.
Dari pantauan di lapangan, kabar baiknya, harga sejumlah barang pokok terlihat cukup tenang. Minyakita masih dijual sesuai patokan, sekitar Rp15.700 per liter. Begitu pula dengan telur ayam, bawang merah, dan bawang putih yang harganya relatif tidak bergejolak.
Namun begitu, ada satu komoditas yang harganya masih merangkak naik: cabai, terutama cabai rawit merah. Menyikapi hal ini, pemerintah mengaku terus memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk melakukan intervensi yang tepat.
Di sisi lain, ada sinyal positif. Menurut Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, harga cabai mulai menunjukkan tren penurunan. Pasokan dari daerah-daerah sentra produksi mulai membaik.
“Pasokan dari daerah seperti Kediri sudah meningkat, jadi harganya turun perlahan. Fasilitasi distribusi dari kami juga dioptimalkan agar pasokan ke Jakarta dan wilayah konsumen lain lancar,” jelas Ketut.
Data dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia sepertinya mendukung pernyataan itu. Di Pasar Induk Pare, Kediri, pasokan harian pada pertengahan Maret 2026 melonjak signifikan. Cabai besar naik 66,7 persen, cabai merah keriting 85 persen, dan cabai rawit merah 51,4 persen.
Artikel Terkait
Pengamat: Dorongan Prabowo ke Kompor dan Kendaraan Listrik Perkuat Ketahanan Energi
AFC Batalkan Dua Kemenangan Malaysia, Peringkat FIFA Anjlok dan Indonesia Naik
Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga di Tengah Gejolak Perang dan Inflasi
Trump Kritik Sekutu NATO Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak