Malam itu, jalanan di Salemba sudah sepi. Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, sedang mengendarai motornya sendirian pulang. Tiba-tiba, aksi brutal terjadi. Ia disiram air keras oleh orang tak dikenal. Helm yang dikenakannya melepuh, bajunya meleleh. Seketika, dada, lengan, dan wajahnya terasa perih terbakar.
Peristiwa mencekam itu diduga terjadi Kamis malam, sekitar pukul 11.30 WIB. Polisi yang menyelidiki menduga pelakunya ada empat orang. Mereka disebut-sebut sudah mengikuti pergerakan Andrie sebelum akhirnya menyerang.
Kini, polisi tengah berusaha melacak jejak mereka. Tapi rupanya, pelaku dan jaringannya tak tinggal diam. Berbagai upaya diduga dilakukan untuk menghapus jejak dan mengacaukan penyelidikan.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengonfirmasi kondisi korban. "Polres Jakarta Pusat sudah meminta visum et repertum awal untuk korban, AY," ujarnya dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (13/3).
"Ada beberapa bagian tubuh yang terkena: dada, wajah, dan tangan," lanjut Johnny.
Dia juga menyebut pasal yang diduga disangkakan. "Tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan atau 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP."
Foto Pelaku Palsu Hasil AI Membanjiri Medsos
Di sisi lain, jagat media sosial justru ramai dengan foto dan video yang diklaim sebagai terduga pelaku. Namun, polisi dengan tegas menyatakan banyak di antaranya adalah hoax. Hasil rekayasa artificial intelligence.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, memperingatkan publik. "Jadi kalau rekan-rekan banyak melihat kiriman link atau unggahan soal dugaan sosok pelaku, itu kami pastikan tidak benar," tegasnya Senin lalu.
"Karena itu hasil rekayasa AI."
Menurut Iman, penyebaran konten palsu ini bukan tanpa alasan. Diduga, ini adalah bagian dari skenario pelaku. "Dengan beredarnya video TKP ini, sebenarnya para pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik," ucapnya.
"Mereka berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa."
Upaya itu, tambahnya, jelas untuk mengacaukan fakta-fakta hukum yang sudah dikumpulkan penyidik.
Namun begitu, polisi punya modal penting: rekaman CCTV asli dari sekitar lokasi kejadian. Rekaman itu kini sedang didalami tim. "Ini sangat membantu penyelidikan kami," kata Iman.
"Apalagi sebagian besar titik di Jakarta punya resolusi cukup tinggi. Di beberapa tempat, kami dapat gambar yang jelas."
Penyelidikan terus digenjot. Sementara publik diimbau untuk bijak, tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi