Memasuki gelombang mudik Lebaran 2026, rekayasa lalu lintas pun mulai dijalankan. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri tak tanggung-tanggung. Mereka memberlakukan skema contraflow hingga one way di sejumlah ruas tol.
Kondisi lalu lintas pagi ini terpantau cukup padat. Menurut informasi dari akun X @PTJASAMARGA, Rabu (18/3/2026), kemacetan sudah terjadi sejak pukul 07.20 WIB di Jalan Layang MBZ. Titik pertama terlihat dari Cikarang Pusat Km 39 mengarah ke Karawang Barat Km 42. Tak jauh dari sana, antrean juga mengular dari Karawang Barat Km 43 hingga Km 48, semuanya menuju Cikampek.
Hanya berselang sekitar dua puluh menit, situasi makin seru. Pukul 07.43 WIB, kepadatan merambat ke beberapa titik lain di ruas yang sama. Mulai dari Cikunir Km 10 hingga Bekasi Barat Km 13, lalu berlanjut ke Bekasi Barat Km 14 sampai Bekasi Timur Km 17. Di area Tambun Km 21-Km 22 arah Cikampek, kondisi juga sama: padat merayap.
"07.43 WIB Jalan_Layang_MBZ Cikunir KM 10 - Bekasi Barat KM 13 PADAT, kepadatan volume lalin. Bekasi Barat KM 14 - Bekasi Timur KM 17 PADAT, kepadatan volume lalin. Tambun KM 21 - KM 22 arah Cikampek PADAT, kepadatan volume lalin,"
Begitu bunyi cuitan resmi dari Jasa Marga yang menggambarkan situasi. Sementara itu, di ruas lain seperti Tol JORR E, kemacetan juga sudah terasa sejak subuh. Tepatnya dari Jatiasih Km 42 hingga Cikunir KM 45 200 arah Cikampek, arus sudah tersendat sejak pukul 06.45 WIB.
Contraflow Sudah Dijalankan
Menghadapi ini, langkah antisipasi telah diambil. Penerapan contraflow, misalnya, sudah dijalankan di ruas tol Kilometer 55 hingga 70 yang mengarah ke Trans Jawa. Kebijakan ini mulai berlaku sejak Selasa (17/3/2026) malam lalu.
"Malam ini juga di kilometer 55 hingga 70 kami lakukan contraflow untuk bisa mengatur flow yang menuju ke, trans Jawa,"
Kata Irjen Agus dari Command Center PJR Korlantas Polri di Km 29 Cikarang, Jawa Barat, Selasa kemarin.
Lalu, Bagaimana dengan One Way?
Nah, untuk skema one way, penerapannya lebih luas. Saat ini, sistem satu arah sepenggal sudah berlaku di ruas panjang dari Km 70 hingga 263 Tol Trans Jawa. Ini diberlakukan sejak Selasa sore.
Irjen Agus menegaskan, pihaknya bakal terus memantau dan mengevaluasi perkembangan volume kendaraan. Rencananya bisa berubah tergantung situasi di lapangan.
"Apakah malam ini nanti ada puncak arus, nanti kami akan koordinasi dengan Dirut Jasa Marga, manakala ada bangkitan arus lagi, kemungkinan nanti akan bisa kita perpanjang untuk one way-nya itu. Tetapi kalau sudah landai, nanti akan tetap kita evaluasi,"
Ujarnya.
Lebih lanjut, Irjen Agus menyebut bahwa penerapan one way secara nasional akan dimulai hari ini, Rabu. Rencananya dimulai pukul 12.00 WIB.
"Nanti bisa dimonitor dan tadi barusan kita monitor juga bahwa cukup terkendali dan bangkitan arus semakin malam juga semakin meningkat,"
Katanya.
"Jadi one way kira-kira demikian ya. Yang jelas besok, mungkin langsung dipimpin oleh Pak Menteri (Perhubungan) juga akan dilakukan flag off one way nasional arus mudik yang dilaksanakan pukul 12.00,"
Tambahan penjelasan dari Irjen Agus menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi