Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 4 Tewas, 29 Luka Dievakuasi, Seluruh Penumpang Argo Bromo Selamat

- Selasa, 28 April 2026 | 03:30 WIB
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 4 Tewas, 29 Luka Dievakuasi, Seluruh Penumpang Argo Bromo Selamat

JAKARTA – Suasana di lokasi tabrakan kereta di Bekasi Timur masih mencekam ketika Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, tiba di sana Senin malam, 27 April 2026. Kejadiannya sendiri melibatkan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo dengan KRL Cikarang Line. Bukan pemandangan yang biasa, tentu saja.

Dasco, yang langsung turun ke lapangan, mengakui proses evakuasi tidak berjalan mulus. Ada beberapa ganjalan yang bikin petugas kerepotan. Menurut dia, kendala utamanya soal ruang gerak yang terbatas.

"Hambatan dari proses evakuasi karena penumpang dalam keadaan ada yang terjepit dan kemudian celah untuk ruang mengevakuasinya sempit," ujarnya di lokasi kejadian.

Sampai dengan malam itu, Dasco menyebut sudah 29 korban yang berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. Mereka tersebar di RSUD Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya. Tapi, masih ada yang belum tertangani sepenuhnya di dalam gerbong.

Di sisi lain, data resmi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai dirilis. Berdasarkan laporan sementara, ada empat orang yang dilaporkan meninggal dunia. Semua korban jiwa ini adalah penumpang KRL, bukan dari kereta jarak jauh.

“Berdasarkan data sementara, terdapat 4 orang penumpang KRL yang meninggal dunia,” kata VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam pernyataan resminya.

Anne juga menyampaikan rasa duka yang mendalam. Pihak KAI, katanya, turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Namun begitu, ada kabar baik dari sisi lain. Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek totalnya 240 orang berhasil dievakuasi. Mereka semua dalam keadaan selamat, tanpa luka serius yang dilaporkan.

“Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat,” ujar dia.

Proses evakuasi sendiri masih terus berlangsung hingga larut malam. Petugas di lapangan bekerja ekstra, mengingat kondisi gerbong yang ringsek dan posisi korban yang sulit dijangkau. Belum ada pernyataan lebih lanjut kapan semua korban bisa sepenuhnya dievakuasi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar