Perlu diingat, peralihan kendali ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2024 lalu. Saat itu, Dima Group mengambil alih saham mayoritas KMDS dari MOI. Posisi MOI waktu itu masih sangat dominan, dengan kepemilikan 609,5 juta saham atau 76,19 persen.
Meski begitu, masuknya Dima Group tidak serta-merta menyingkirkan MOI sepenuhnya. Mereka tetap tercatat sebagai salah satu pemegang saham. Posisi Hengky Wijaya sebagai Direktur Utama KMDS juga masih bertahan. Kebetulan, Hengky ini memegang 60 persen saham MOI.
KMDS sendiri dikenal sebagai distributor tunggal untuk Monin, sirop premium asal Prancis itu. Portofolio merek mereka juga mencakup MilkLab dan Lavazza.
Di sisi lain, Dima Group punya latar belakang yang berbeda. Mereka lebih dikenal sebagai distributor minuman beralkohol dengan merek-merek besar seperti Diageo, Pokka Sapporo, dan Societe Jacques Bollinger. Awalnya fokus pada Guinness, grup ini kemudian merambah ke bisnis makanan dan minuman secara lebih luas.
Jadi, meski kepemilikannya menyusut, MOI rupanya masih punya peran. Tapi jelas, panggung utamanya sekarang sudah dipegang oleh Dima Group.
Artikel Terkait
Surplus Dagang China Tembus USD 1,2 Triliun Meski Dihantam Perang Tarif
Folago Siapkan Rights Issue Rp3,7 Triliun, Pengendali Siap Tebus dan Jadi Pembeli Siaga
Wall Street Lesu, Saham Keuangan Tertekan Gara-gara Wacana Batas Bunga Kartu Kredit
Pemerintah Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Meroket