PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) akhirnya resmi meluncurkan program rights issue tahap pertamanya. Aksi korporasi ini, secara formal disebut Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau PMHMETD I, mendapat komitmen penuh dari pemegang saham pengendali. PT Matra Tri Abadi (MTA) menyatakan siap menjalankan seluruh haknya, bahkan bersedia menjadi standby buyer.
Melalui prospektus yang dirilis Rabu lalu, 14 Januari 2026, perusahaan berencana melepas hingga 12,39 miliar saham baru. Jumlah itu setara dengan 66,67 persen dari modal yang sudah ditempatkan dan disetor. Dengan patokan harga tebus Rp300 per saham, Folago berpotensi mengumpulkan dana segar yang tak main-main: sekitar Rp3,72 triliun.
Rasionya ditetapkan 1:2. Artinya, untuk setiap satu saham lama yang dimiliki, investor akan mendapat dua hak memesan efek (HMETD). Hak ini bisa ditebus dengan harga yang sudah ditentukan. Belum lagi ada insentif tambahan berupa waran yang akan dibagikan secara cuma-cuma bagi mereka yang menebus rights-nya.
Sebagai pengendali, MTA menguasai 3,4 miliar saham IRSX atau sekitar 54,88 persen. Porsi itu mengantarkan mereka pada 6,9 miliar rights.
Nah, untuk mencegah kepemilikannya tergerus atau terdilusi, MTA sudah bersikap jelas. Berdasarkan surat pernyataan tertanggal 13 Januari 2026, mereka berkomitmen melaksanakan semua hak yang didapat dari rights issue tahap I ini. Dana sebesar Rp2,04 triliun sudah disiapkan hanya untuk menebus hak-hak tersebut. Itu pun belum termasuk dana cadangan jika nantinya harus bertindak sebagai pembeli siaga.
Manajemen Folago sendiri secara terbuka menyarankan para pemegang saham untuk ikut serta menebus hak mereka. Alasannya jelas: risiko dilusi yang cukup signifikan. Tapi, kalau ada saham baru yang tak ditebus, maka sisa tersebut akan dialokasikan ke investor yang justru memesan lebih dari jatah haknya.
Di sisi lain, peran MTA tak berhenti di situ. Mereka juga menyatakan kesanggupan menjadi pembeli siaga. Artinya, jika masih ada sisa saham baru yang menganggur setelah proses penawaran, MTA siap menyerapnya. Komitmennya cukup besar: mereka sanggup membeli hingga 5,59 miliar saham lagi. Dengan asumsi harga Rp300 per lembar, dana siaga yang harus disiapkan mencapai Rp1,68 triliun.
Langkah korporasi Folago ini tentu akan menjadi perhatian serius pasar dalam beberapa pekan ke depan.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 0,82%, Sektor Keuangan Satu-satunya yang Melemah
Ancol Catat Kerugian Rp38,4 Miliar di Kuartal I 2026 Meski Libur Lebaran
Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram, Buyback Tetap Stagnan
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Sebut Ketahanan Fiskal Masih Kuat