Denmark Perkuat Militer di Greenland, Antisipasi Ambisi Trump di Arktik

- Kamis, 15 Januari 2026 | 03:15 WIB
Denmark Perkuat Militer di Greenland, Antisipasi Ambisi Trump di Arktik

Denmark mulai memperkuat posisi militernya di Greenland hari ini. Langkah ini diambil tepat sebelum pembicaraan penting digelar di Washington DC, yang konon akan membahas ancaman Donald Trump untuk mengambil alih pulau Arktik itu. Ya, ancaman itu nyata dan berulang kali disuarakan sejak Trump kembali ke kursi kepresidenan hampir setahun lalu.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Denmark yang dirilis Kamis (15/1/2025), pengerahan kekuatan sudah dimulai. "Angkatan bersenjata Denmark, mulai hari ini, mengerahkan kemampuan dan unit yang terkait dengan ... kegiatan latihan," bunyi pernyataan itu.

Mereka menambahkan, "Dalam periode mendatang, ini akan menghasilkan peningkatan kehadiran militer di dan sekitar Greenland, yang terdiri dari pesawat, kapal, dan tentara, termasuk dari sekutu NATO."

Alasannya jelas: keamanan di Arktik. Namun begitu, langkah ini tak bisa dilepaskan dari desakan Trump yang terus mendengungkan pentingnya Greenland bagi AS. Presiden AS itu menilai pulau itu krusial untuk sistem pertahanan udara "Golden Dome" yang ia rencanakan. Bahkan pada Rabu (14/1), ia kembali menuduh Denmark abai terhadap keamanan di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa keamanan di Arktik adalah prioritas. "Keamanan di Arktik sangat penting bagi Kerajaan Denmark dan sekutu Arktik kami. Oleh karena itu penting bagi kami, dalam kerja sama erat dengan sekutu, untuk lebih memperkuat kemampuan kami untuk beroperasi di wilayah tersebut," ujarnya.

Di sisi lain, respons Denmark juga terlihat sebagai bentuk kewaspadaan. PM Mette Frederiksen pernah mengingatkan, serangan AS terhadap sekutu NATO bisa mengakhiri aliansi itu. Tegas sekali.

Latihan yang dimulai sekarang ini rencananya akan berlanjut hingga 2026. Kegiatannya beragam, mulai dari pengamanan infrastruktur penting, bantuan kepada otoritas lokal seperti polisi, hingga penerimaan pasukan sekutu. Tak ketinggalan, operasi angkatan laut dan pengerahan pesawat tempur di sekitar Greenland juga akan digelar. Tahun lalu, Denmark sudah jadi tuan rumah latihan serupa dengan melibatkan Jerman, Prancis, Norwegia, dan Swedia.

Sementara di meja diplomasi, pembicaraan tetap berjalan. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan perwakilan dari Greenland dijadwalkan bertemu dengan Menlu AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance di Washington, Rabu (14/1). Pertemuan ini tentu jadi momen krusial, di tengah ketegangan yang makin terasa antara dua sekutu lama ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar