Target PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) untuk mengajukan rights issue ke OJK ternyata masih butuh waktu. Rencananya, pengajuan itu baru akan dilakukan pada Maret atau April 2026 mendatang. Padahal, persetujuan pemegang saham untuk aksi korporasi ini sudah didapat sejak RUPSLB Oktober 2025 lalu.
Dalam rapat itu, disepakati penerbitan maksimal 2,26 miliar saham baru. Namun begitu, ada satu hal yang masih menghambat.
Menurut Direktur Utama PADI, Djoko Joelijanto, perseroan belum bisa langsung melangkah. Masalahnya ada pada RUPS untuk mengubah KBLI yang gagal mencapai kuorum. “Nasib rights issue masih bergantung pada persoalan ini,” ujarnya. Dengan kata lain, isu perubahan KBLI harus beres dulu sebelum dokumen diajukan.
"Rights issue kemungkinan submit dokumen pada bulan Maret, setelah perseroan mendapatkan persetujuan perubahan KBLI,"
Djoko menyampaikan hal itu dalam Risalah Paparan Publik Insidentil, Selasa (13/1/2026). Acuan yang akan dipakai adalah Laporan Keuangan Desember 2025. Performa keuangan perusahaan sejauh ini terlihat cukup solid. Hingga September 2025, laba bersih PADI tercatat Rp24,74 miliar.
Artikel Terkait
Wall Street Berakhir Merah: Inflasi Melambat Malah Picu Aksi Ambil Untung
Sampoerna Agro Resmi Berganti Nama Usai Dikuasai Raksasa Korea
Gagasan Trump Batasi Bunga Kartu Kredit Guncang Wall Street
Gobel Desak Jepang Fokus Bantu Indonesia Timur: Air Bersih hingga Pelatihan Petani