Kengerian melanda distrik West Singhbhum di Jharkhand, India. Seekor gajah jantan liar mengamuk, dan akibatnya sungguh tragis: dua puluh orang dilaporkan tewas.
Kekacauan ini berlangsung hampir sembilan hari di awal Januari, menebar kepanikan di kawasan pedesaan itu. Menurut laporan AFP, gajah tunggal itu bergerak liar, menyerang apa saja yang dilewatinya.
Petugas kehutanan pemerintah, Aditya Narayan, membenarkan angka korban yang mencengangkan itu.
"Kami sedang berusaha melacak dan menyelamatkan gajah liar ganas ini yang telah membunuh begitu banyak orang," ujarnya kepada AFP.
Di antara para korban, ada anak-anak dan orang tua. Bahkan seorang mahout pawang gajah profesional ikut menjadi korban keganasan hewan itu. Sungguh ironis.
Namun begitu, setelah sepekan menebar teror, gajah itu seperti menghilang. Sejak Jumat lalu, ia belum terlihat lagi. Padahal, patroli terus dilakukan. Tim pencari yang dibantu drone kini menyisir hutan lebat, merambah hingga ke cagar alam nasional di negara bagian Odisha yang berdekatan.
Rasa takut sudah mendarah daging. Lebih dari dua puluh desa terdampak. Banyak warga yang memilih mengungsi, meninggalkan ladang mereka. Yang lain, bertahan di rumah dengan pintu terkunci saat malam tiba.
Pratap Chachar, seorang kepala desa, menggambarkan situasi mencekam itu.
"Beberapa warga memilih berdiam diri di dalam rumah pada malam hari," katanya.
Untuk menenangkan warga, tim gabungan polisi dan petugas kehutanan berkeliling pada malam hari. Mereka datang memberikan bantuan sekaligus meyakinkan bahwa situasi sedang diupayakan terkendali.
Artikel Terkait
Karnaval Paskah Semarakkan Semarang, Kibarkan Bendera Raksasa dan Semangat Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Raih Empat Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pengelolaan Kesehatan Terpadu
Kapolsek Cileungsi Menyamar Jadi Satpam dan Ustaz, 1.000 Butir Obat Keras Disita