Dua Tersangka Lab Vape Narkoba di Pluit Digagalkan Polisi
Polisi kembali mengungkap modus baru peredaran narkoba. Kali ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek sebuah apartemen mewah di Greenbay, Pluit. Di dalamnya, mereka menemukan laboratorium mini untuk memproduksi liquid vape yang dicampur etomidate. Dua orang, salah satunya warga negara China, langsung diamankan.
“Mengamankan 2 orang tersangka D [seorang] WNI dan HW yang merupakan WN Tiongkok,” jelas AKBP Parikhesit dari Kasubdit 2 Ditresnarkoba, Selasa (13/1).
Penangkapan ini berawal dari kewaspadaan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Mereka menemukan paket kiriman internasional yang isinya mencurigakan. Setelah dicek, rupanya paket itu berisi bahan narkotika dan peralatan lab. Tujuannya? Lobby Tower H apartemen Greenbay. Informasi itu langsung ditindaklanjuti tim penyelidik.
Puncaknya, Jumat (9/1) sore sekitar pukul 15.30, kedua tersangka berhasil diamankan. Mereka berinisial D dan HW.
Etomidate sendiri bukan main-main. Ini senyawa anestesi yang dipakai di dunia medis, punya efek sedatif dan hipnotik kuat. Kalau disalahgunakan, zat ini bisa bikin ketergantungan. Makanya di Indonesia, etomidate sudah resmi masuk golongan II narkotika. Bahayanya, zat ini sering disamarkan dalam bentuk cairan vape yang mudah diedarkan.
Dari penggeledahan, polisi menyita barang bukti yang cukup mencengangkan. Ada 100 gram etomidate murni, ditambah 1 kilogram bahan kimia SLS. Tak ketinggalan, peralatan laboratorium impor dari India juga ikut diamankan.
“Dari barang bukti yang kita amankan jumlah bahannya di perkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan Etomidate,” papar Parikhesit.
Menurut penyelidikan, HW-lah yang punya peran kunci sebagai peracik. Untungnya, operasi mereka belum sempat dimulai. Polisi bergerak cepat sebelum satu pun produk jadi dihasilkan.
“Lab ini berpotensi menghasilkan hingga 15.000 cartridge pods etomidate yang siap diedarkan ke masyarakat,” ujarnya.
“Alhamdulillah, sebelum lab ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan, kami berhasil menggagalkannya.”
Kasus ini menunjukkan betapa kreatifnya jaringan narkoba mencari celah. Mereka memanfaatkan tren vape dan apartemen kelas atas untuk menutupi aktivitas ilegal. Tapi kali ini, langkah mereka berhasil dipatahkan.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Penuhi Amanah Terakhir Jupe, Bantu Ibunda yang Terpuruk Ekonomi
Ketua Ombudsman RI Ditahan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Nikel
Unhas Tanggapi Laporan Pungli Terhadap Pengusaha Rental Papan Ucapan di Area Kampus
Warga Jemur Gabah di Badan Jalan Bypass Mamminasata, Lalu Lintas Tetap Ramai