Dana IPO Rp4,66 Triliun PT Merdeka Gold Resources Tbk Ludes Terpakai dalam Delapan Bulan

- Rabu, 03 Juni 2026 | 12:55 WIB
Dana IPO Rp4,66 Triliun PT Merdeka Gold Resources Tbk Ludes Terpakai dalam Delapan Bulan

Seluruh dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) yang diraup PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp4,66 triliun telah habis terpakai per 31 Mei 2026. Realisasi penggunaan dana tersebut diungkapkan perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (3/6/2026).

Dari total dana yang dihimpun, alokasi terbesar mencapai Rp3,88 triliun, yang digunakan untuk pembayaran lebih awal kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) atas sebagian pokok pinjaman yang terutang. Langkah ini menjadi salah satu strategi perseroan dalam mengelola kewajiban keuangannya.

Sementara itu, dua anak usaha perseroan juga mendapat suntikan modal kerja dari dana IPO tersebut. Sebesar Rp329,20 miliar dialokasikan untuk mendanai sebagian kebutuhan modal kerja PT Pani Bersama Tambang (PBT). Dengan nominal yang identik, PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) juga menerima bagian yang sama untuk keperluan serupa.

Sebagai informasi, EMAS resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 23 September 2025. Dalam proses IPO tersebut, perseroan melepas sebanyak 16,18 juta lot saham ke publik, atau setara dengan 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Harga penawaran yang ditetapkan perseroan adalah Rp2.880 per saham, berada di batas tengah dari rentang harga book building yang sebelumnya ditawarkan, yaitu Rp1.800 hingga Rp3.020. Dengan demikian, nilai keseluruhan IPO EMAS mencapai Rp4,66 triliun.

Setelah dikurangi biaya pelaksanaan IPO sebesar Rp115,93 miliar, dana bersih yang diterima perseroan tercatat sebesar Rp4,54 triliun. Seluruh dana tersebut kini telah habis direalisasikan sesuai dengan rencana penggunaan yang telah diumumkan sebelumnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar