Wali Kota Medan Bantah Komitmen Biayai Akomodasi Peserta Piala AFF U-19, Klaim Hanya Bertanggung Jawab Renovasi Stadion

- Rabu, 03 Juni 2026 | 12:40 WIB
Wali Kota Medan Bantah Komitmen Biayai Akomodasi Peserta Piala AFF U-19, Klaim Hanya Bertanggung Jawab Renovasi Stadion

Pemerintah Kota Medan akhirnya angkat bicara setelah dituding tidak membayar biaya akomodasi para peserta turnamen Piala AFF U-19 atau ASEAN Boys Championship 2026. Wali Kota Medan, Rico Waas, dengan tegas membantah adanya komitmen pembiayaan akomodasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurutnya, tanggung jawab yang disepakati pemerintah kota hanyalah merenovasi Stadion Teladan sebagai venue pertandingan.

“Sejak PSSI datang dari Februari sampai Maret, hingga ke Bulan Mei tidak ada komitmen apapun selain membenahi Stadion Teladan. Karena tanggung jawab kami adalah membenahi Stadion Teladan,” ujar Rico di Medan, Rabu (3/6/2026). Pernyataan ini sekaligus menjawab keresahan publik yang menuding pihaknya ingkar janji.

Rico menjelaskan, surat permohonan dukungan pembiayaan akomodasi baru diterima dari PSSI pada 24 Mei 2026, atau hanya sepekan sebelum turnamen dimulai. Ia menegaskan, permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi karena sudah berada di luar siklus perencanaan anggaran daerah. “Hingga sampai tanggal 24 Mei keluar lah surat dari organisasi (PSSI) untuk dukungan dari Pemko Medan untuk akomodasi tersebut yang di mana kami pahami secara aturan tidak bisa dilaksanakan,” jelas politisi Partai NasDem itu.

Lebih lanjut, Rico mengungkapkan bahwa surat tersebut telah ditembuskan ke Kementerian Dalam Negeri untuk meminta arahan. Langkah ini diambil agar ada kejelasan hukum dan prosedural terkait kemungkinan pembiayaan di luar mekanisme APBD yang telah disahkan. “Maka dari itu surat tersebut kami tembuskan ke Kemendagri untuk meminta arahan pendapat masukan bagaimana ini dilaksanakan,” katanya.

Di sisi lain, ia menekankan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan tahun 2026 telah disahkan jauh sebelum surat permohonan PSSI masuk. Dengan demikian, tidak ada alokasi dana yang bisa digerakkan secara mendadak untuk kebutuhan akomodasi peserta. “Bagaimana kawan-kawan pahami setiap uang yang dikeluarkan dari pemerintah ini kan melalui rancangan APBD yang di mana surat tersebut masuk di tanggal 24 Mei, satu minggu sebelum AFF,” ucapnya.

Rico juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia tidak ingin penggunaan APBD justru menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. “Kami ingin sampaikan setiap uang APBD yang dikelola Pemko Medan ini adalah uang rakyat yang harus saya pertanggungjawabkan secara akuntabel dan bisa terbuka semua ini transparan. Karena saya tidak mau ini menjadi penyalahgunaan, bahkan nanti menjadi perilaku korupsi,” tutupnya.

Sementara itu, kabar mengenai keterlambatan pembayaran akomodasi sempat mencuat setelah sejumlah peserta ASEAN Boys Championship 2026 dari berbagai negara terpaksa check-out lebih awal dari hotel. Panitia Pelaksana turnamen, Muhammad Fauzi, menyampaikan kekecewaannya melalui unggahan di media sosial. “Kami kecewa karena Pemko Medan tidak komitmen soal akomodasi negara peserta AFF ini. Kasihan para pemain muda yang mau mengasah mental, terpaksa dipusingkan karena soal uang hotel,” tulisnya, Selasa (2/6/2026).

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar