Viral di media sosial, sebuah rekaman memperlihatkan seorang pengemudi mobil SUV berwarna hitam yang diduga kuat menerobos sistem buka-tutup arus lalu lintas di kawasan perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Peristiwa yang terjadi pada Rabu pagi, 3 Juni 2026, itu langsung menyedot perhatian publik dan memicu perdebatan sengit di jagat maya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemacetan di Jalan Hertasning–Tun Abdul Razak saat itu dipicu oleh proyek pengerjaan jalan di sekitar Jembatan Al-Azhar. Untuk mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran, petugas di lapangan tengah memberlakukan sistem buka-tutup kendaraan secara bergantian.
Di tengah antrean panjang kendaraan yang tertib menunggu giliran, sebuah mobil SUV hitam terekam mencoba melintas saat jalur yang seharusnya masih ditutup. Dalam rekaman yang beredar, kendaraan tersebut bahkan terdengar membunyikan sirene ketika mendekati titik pengaturan lalu lintas, seolah meminta prioritas.
Petugas di lokasi tampak berupaya menghentikan laju kendaraan tersebut. Namun, pengemudi diduga tetap memaksakan diri untuk melintas. Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa pengemudi adalah seorang perempuan yang saat itu membawa seorang anak kecil di dalam mobil. Lebih lanjut, beredar pula klaim bahwa pengemudi mengaku sebagai aparat untuk mendapatkan prioritas jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait yang mengonfirmasi identitas pengemudi dan kebenaran klaim yang beredar. Semua informasi yang berkembang saat ini masih sebatas dugaan dan membutuhkan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Sementara itu, peristiwa ini memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial yang menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, terutama saat petugas sedang melakukan pengaturan arus kendaraan demi keselamatan bersama. Sebagian warganet lainnya mendesak aparat terkait untuk segera melakukan penelusuran guna memastikan kronologi kejadian secara utuh dan memberikan klarifikasi kepada publik.
Di sisi lain, sistem buka-tutup lalu lintas merupakan prosedur yang lazim diterapkan pada ruas jalan yang sedang mengalami perbaikan atau penyempitan jalur. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi risiko kemacetan parah sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan dan para pekerja proyek. Kini, publik menantikan penjelasan resmi dari pihak terkait untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik video yang viral tersebut.
Artikel Terkait
Bocah 3 Tahun Meninggal Usai CT Scan di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malpraktik
IHSG Anjlok 4,13 Persen ke Level 5.937, Mayoritas Sektor Tertekan
Prabowo-Megawati Bergandengan Tangan di Hari Pancasila, Demokrat: Kehangatan Itu Berkah bagi Bangsa
KPK Tangkap Pejabat Imigrasi Jakarta Barat dalam Operasi Tangkap Tangan