Kertajati Bertahan, Berjuang Lepas dari Status Bandara Hantu

- Rabu, 14 Januari 2026 | 20:24 WIB
Kertajati Bertahan, Berjuang Lepas dari Status Bandara Hantu

Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, masih sepi. Mirip ungkapan lama, "hidup enggan, mati tak mau". Itulah gambaran yang kerap melekat pada bandara megah ini. Meski begitu, pengelolanya tak menyerah begitu saja. Berbagai upaya terus digulirkan untuk membangkitkan denyut nadi bandara.

Dari lobi ke maskapai untuk membuka rute domestik dan internasional, menjadikannya basis penerbangan umrah Garuda, hingga rencana membangun fasilitas MRO dan pusat logistik. Semua opsi dipertimbangkan.

Nuril Huda Mahmudan, Executive General Manager BIJB Kertajati, memastikan kesiapan bandara menyambut arus mudik Lebaran 2026. "Insyaallah kami dari PT Angkasa Pura Indonesia selaku operator Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati selalu memastikan seluruh fasilitas yang ada di bandara dalam keadaan layak beroperasi dan siap digunakan untuk melayani para pengguna jasa," tegasnya dalam sebuah pertemuan di BIJB, Selasa (13/1).

Persiapan ini bukan tanpa pengalaman. Sebelumnya, bandara ini tetap beroperasi selama puncak arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Menurut Nuril, dalam sekitar 20 hari masa operasi khusus Nataru, bandara melayani sekitar 1.200 penumpang. Penerbangan internasional satu-satunya, yakni Scoot rute Singapura, bahkan mencatat load factor yang cukup menggembirakan, mencapai 90 persen.

Nah, untuk Lebaran nanti, targetnya tak jauh berbeda dari capaian Nataru. Pertimbangannya sederhana: frekuensi penerbangan Scoot masih sama, dua kali seminggu. "Kalau memang belum ada penerbangan lain, harapan kami bisa melayani penumpang sebanyak yang kita layani di posko Nataru kemarin," ujar Nuril.

Soal rute domestik? Itu cerita lain. Upaya menghidupkannya masih berjalan, tapi butuh pendekatan intensif. Tantangannya nyata. Sekitar 80% permintaan yang ada masih berasal dari kalangan perkantoran, bukan pasar leisure yang masif. "Karena itu, kita terus melakukan pendekatan agar penerbangan domestik bisa kembali berjalan," jelasnya.

Lobi ke maskapai pun tak hanya fokus pada momen Lebaran. Ini adalah pekerjaan berkelanjutan untuk musim-musim penerbangan ke depan. Intinya, pengelola ingin meyakinkan semua pihak bahwa meski sepi, seluruh fasilitas di BIJB Kertajati tetap terpelihara dan siap digunakan kapan saja.

"Kami selalu berupaya menyampaikan kepada maskapai bahwa seluruh fasilitas di BIJB Kertajati, meskipun saat ini jarang penerbangan, tetap kami pastikan layak dan siap untuk beroperasi," pungkas Nuril. Harapannya jelas: bandara yang megah ini tak selamanya hanya menjadi simbol, tapi benar-benar hidup.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar