Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, masih sepi. Mirip ungkapan lama, "hidup enggan, mati tak mau". Itulah gambaran yang kerap melekat pada bandara megah ini. Meski begitu, pengelolanya tak menyerah begitu saja. Berbagai upaya terus digulirkan untuk membangkitkan denyut nadi bandara.
Dari lobi ke maskapai untuk membuka rute domestik dan internasional, menjadikannya basis penerbangan umrah Garuda, hingga rencana membangun fasilitas MRO dan pusat logistik. Semua opsi dipertimbangkan.
Nuril Huda Mahmudan, Executive General Manager BIJB Kertajati, memastikan kesiapan bandara menyambut arus mudik Lebaran 2026. "Insyaallah kami dari PT Angkasa Pura Indonesia selaku operator Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati selalu memastikan seluruh fasilitas yang ada di bandara dalam keadaan layak beroperasi dan siap digunakan untuk melayani para pengguna jasa," tegasnya dalam sebuah pertemuan di BIJB, Selasa (13/1).
Persiapan ini bukan tanpa pengalaman. Sebelumnya, bandara ini tetap beroperasi selama puncak arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Menurut Nuril, dalam sekitar 20 hari masa operasi khusus Nataru, bandara melayani sekitar 1.200 penumpang. Penerbangan internasional satu-satunya, yakni Scoot rute Singapura, bahkan mencatat load factor yang cukup menggembirakan, mencapai 90 persen.
Artikel Terkait
BGN Klarifikasi Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG: Skema Efisien, Risiko Ditanggung Mitra
Salim Ivomas (SIMP) Catat Laba Bersih Rp2,07 Triliun, Tumbuh 33% di 2025
Proyek Giant Sea Wall Butuh Dana Hingga 100 Miliar Dolar AS
OJK Jatuhkan Denda Rp3,4 Miliar dan Bekukan Izin KGI Sekuritas Terkait IPO Bermasalah