Nah, untuk Lebaran nanti, targetnya tak jauh berbeda dari capaian Nataru. Pertimbangannya sederhana: frekuensi penerbangan Scoot masih sama, dua kali seminggu. "Kalau memang belum ada penerbangan lain, harapan kami bisa melayani penumpang sebanyak yang kita layani di posko Nataru kemarin," ujar Nuril.
Soal rute domestik? Itu cerita lain. Upaya menghidupkannya masih berjalan, tapi butuh pendekatan intensif. Tantangannya nyata. Sekitar 80% permintaan yang ada masih berasal dari kalangan perkantoran, bukan pasar leisure yang masif. "Karena itu, kita terus melakukan pendekatan agar penerbangan domestik bisa kembali berjalan," jelasnya.
Lobi ke maskapai pun tak hanya fokus pada momen Lebaran. Ini adalah pekerjaan berkelanjutan untuk musim-musim penerbangan ke depan. Intinya, pengelola ingin meyakinkan semua pihak bahwa meski sepi, seluruh fasilitas di BIJB Kertajati tetap terpelihara dan siap digunakan kapan saja.
"Kami selalu berupaya menyampaikan kepada maskapai bahwa seluruh fasilitas di BIJB Kertajati, meskipun saat ini jarang penerbangan, tetap kami pastikan layak dan siap untuk beroperasi," pungkas Nuril. Harapannya jelas: bandara yang megah ini tak selamanya hanya menjadi simbol, tapi benar-benar hidup.
Artikel Terkait
Folago Siapkan Rights Issue Rp3,7 Triliun, Pengendali Siap Tebus dan Jadi Pembeli Siaga
Wall Street Lesu, Saham Keuangan Tertekan Gara-gara Wacana Batas Bunga Kartu Kredit
Pemerintah Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Meroket
Ari Askhara Kembali ke Panggung Utama, Kali Ini di Geladak Kapal