Pasar saham kita lagi ramai banget dengan perburuan saham-saham komoditas. Gimana nggak, reli harga logam global bikin investor berduyun-duyun masuk ke sektor-sektor seperti nikel, tembaga, sampai aluminium. Dalam sebulan terakhir, lonjakannya bikin mata terbelalak.
Ambil contoh PT PAM Mineral Tbk (NICL). Sahamnya melesat 69,27 persen hanya dalam satu bulan. Padahal, dalam sepekan 'cuma' naik 0,82 persen ke level Rp1.850. Gila juga, ya.
Di sisi lain, raksasa seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga tak kalah panas. Kenaikan bulanannya mencapai 65,36 persen. Sementara itu, PT Merdeka Battery Materials (MBMA) dan PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) ikut meroket, masing-masing di atas 45 persen. Saham aluminium PT Alamtri Minerals (ADMR) pun ikut terseret, menguat 42,5 persen.
Kalau lihat dari kelompok tembaga, PT Merdeka Copper Gold (MDKA) naik 36 persen bulanan. PT Amman Mineral Internasional (AMMN) juga solid dengan kenaikan 19,33 persen. Untuk timah, PT Timah Tbk (TINS) mencatat kenaikan 15,59 persen. Semuanya bergerak positif, meski dengan porsi yang berbeda-beda.
Lalu, apa sih yang jadi pendorongnya? Ternyata, harga komoditas itu sendiri sedang mencetak rekor.
Harga tembaga, misalnya, terus merangkak naik ke level tertinggi baru. Kekhawatiran pasokan yang masih mengganjal bikin pasar waspada, meski dolar AS menguat. Kontrak tembaga di bursa Shanghai bahkan sempat sentuh rekor sepanjang masa. Di London, harganya juga menguat, meski sedikit turun dari puncak intraday.
Artikel Terkait
Salim Ivomas (SIMP) Catat Laba Bersih Rp2,07 Triliun, Tumbuh 33% di 2025
Proyek Giant Sea Wall Butuh Dana Hingga 100 Miliar Dolar AS
OJK Jatuhkan Denda Rp3,4 Miliar dan Bekukan Izin KGI Sekuritas Terkait IPO Bermasalah
Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp564 Miliar Meski Laba Turun