Pesta saham emas kembali terjadi di Bursa Efek Indonesia hari ini, Rabu (14/1/2026). Reli ini tak lepas dari sentimen positif yang dibawa logam mulia, yang harganya lagi-lagi mencoba mencatatkan rekor tertinggi baru.
Sejak pagi, sejumlah emiten tambang melesat. ARCI (PT Archi Indonesia Tbk) dan PSAB (PT J Resources Asia Pasifik Tbk) jadi primadona, masing-masing melambung hampir 10 persen. Tak ketinggalan, saham EMAS, BRMS, dan ANTM juga menunjukkan kinerja solid dengan kenaikan yang cukup signifikan.
Di pasar komoditas, emas dunia menembus level USD 4.623 per troy ons. Ini adalah upaya untuk mencetak rekor baru, setelah sehari sebelumnya sempat mengalami koreksi tipis. Nah, apa yang mendorong kenaikan ini?
Menurut Trading Economics, data inflasi inti AS untuk Desember menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Hal ini memberi angin segar bagi pasar. Pelan-pelan, pandangan bahwa inflasi mulai mereda semakin kuat. Data ini juga dianggap memberi gambaran yang lebih jernih, setelah sebelumnya sempat terdistorsi oleh berbagai faktor.
Respons investor pun terlihat. Kontrak berjangka suku bunga memperlihatkan perpecahan ekspektasi. Sebagian memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga dua hingga tiga kali tahun ini. Angka ini lebih agresif ketimbang proyeksi resmi para pembuat kebijakan, yang cuma mengisyaratkan satu kali pemotongan.
Namun begitu, bukan cuma soal suku bunga. Permintaan akan aset aman seperti emas juga terdongkrak oleh sentimen lain. Kekhawatiran soal independensi The Fed kembali mencuat, menyusul penyelidikan pidana yang terkait dengan kesaksian Jerome Powell beberapa waktu lalu. Situasi ini bikin investor mencari pelindung.
Belum lagi risiko geopolitik yang masih menggantung. Pasar terus memantau ketegangan di Iran, di mana peringatan soal kemungkinan aksi militer AS terus berulang. Dalam kondisi seperti ini, emas seringkali jadi pilihan utama.
Jadi, reli hari ini adalah gabungan dari beberapa faktor: harapan pemangkasan suku bunga, keresahan politik, dan tentu saja, momentum teknis dari harga emas itu sendiri. Tapi ingat, pasar saham selalu berubah. Keputusan investasi tetaplah ada di tangan Anda sepenuhnya.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Rusia Bahas Rencana Pembangunan Gudang Penyimpanan Minyak di Sumatera
Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp556 Miliar, Yield Capai 13%
Kawasan Golf Bandar Kemayoran Berbenah Jadi Kemayoran Indah Golf
PTPP Rampungkan Struktur Utama Gedung RS Jantung Internasional Harapan Kita