Respons investor pun terlihat. Kontrak berjangka suku bunga memperlihatkan perpecahan ekspektasi. Sebagian memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga dua hingga tiga kali tahun ini. Angka ini lebih agresif ketimbang proyeksi resmi para pembuat kebijakan, yang cuma mengisyaratkan satu kali pemotongan.
Namun begitu, bukan cuma soal suku bunga. Permintaan akan aset aman seperti emas juga terdongkrak oleh sentimen lain. Kekhawatiran soal independensi The Fed kembali mencuat, menyusul penyelidikan pidana yang terkait dengan kesaksian Jerome Powell beberapa waktu lalu. Situasi ini bikin investor mencari pelindung.
Belum lagi risiko geopolitik yang masih menggantung. Pasar terus memantau ketegangan di Iran, di mana peringatan soal kemungkinan aksi militer AS terus berulang. Dalam kondisi seperti ini, emas seringkali jadi pilihan utama.
Jadi, reli hari ini adalah gabungan dari beberapa faktor: harapan pemangkasan suku bunga, keresahan politik, dan tentu saja, momentum teknis dari harga emas itu sendiri. Tapi ingat, pasar saham selalu berubah. Keputusan investasi tetaplah ada di tangan Anda sepenuhnya.
Artikel Terkait
Indonesia Rentang Jaringan Ekonomi ke Kanada, Peru, dan Eurasia
Surplus Fantastis China Tembus USD 1,2 Triliun di Tengah Ancaman Tarif Trump
Menteri Luar Negeri Soroti Fondasi Ekonomi dan Ekspansi QRIS ke Panggung Global
IHSG Melonjak 80 Poin, Rupiah dan Bursa Regional Ikut Menguat