Arya Danu Susilo Hantam Vietnam, Emas ke-25 Indonesia Terkunci di Bangkok

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:55 WIB
Arya Danu Susilo Hantam Vietnam, Emas ke-25 Indonesia Terkunci di Bangkok

BANGKOK Kontingen Indonesia kembali dapat bernapas lega. Arya Danu Susilo, atlet taekwondo kita, berhasil merengkuh medali emas. Ini adalah emas ke-25 untuk Merah Putih di SEA Games Thailand 2025.

Final kelas -74 kilogram putra digelar Sabtu (13/12/2025) sore waktu Indonesia. Lokasinya di Island Hall, sebuah arena di lantai tiga mal besar Fashion Island Bangkok. Suasana tegang, tapi Arya tampil tenang. Di seberangnya, atlet Vietnam Ly Hong Phuc siap memberi perlawanan.

Namun begitu, pertandingan justru berjalan satu arah. Arya langsung mengambil inisiatif, menekan sejak bel pertama berbunyi. Tempo duel ia pacu dengan cepat, membuat lawannya kelabakan. Serangan demi serangan lancar ia luncurkan, sementara Ly Hong Phuc tampak kesulitan mencari celah untuk membalas. Dominasi Arya terlihat nyaris sempurna di kedua ronde.

Hasilnya? Kemenangan telak 2-0.

“Alhamdulillah, semua kerja keras terbayar. Ini untuk Indonesia,” ujar Arya sesaat setelah pertandingan, wajahnya masih basah oleh keringat dan senyum lebar.

Kemenangan ini seperti suntikan semangat. Sebelumnya, emas juga berhasil dikumpulkan dari cabang lain seperti menembak, angkat besi, dan karate. Jadi, tambahan dari taekwondo ini benar-benar mengokohkan posisi kita.

Di sisi lain, perolehan medali kontingen Indonesia terus merangkak naik. Hingga Sabtu sore, catatannya adalah 25 emas, 35 perak, dan 25 perunggu. Angka itu masih sangat mungkin bertambah. Masih ada beberapa cabang andalan yang belum bertanding final, jadi peluang masih terbuka lebar.

Target resmi yang dicanangkan adalah 80 medali emas, dengan harapan finish di posisi ketiga klasemen akhir. Emas Arya Danu Susilo ini jelas jadi modal berharga. Ia bukan sekadar menambah pundi-pundi, tapi juga menjaga momentum dan membuktikan konsistensi atlet Indonesia di panggung olahraga terbesar se-Asia Tenggara ini.

Perjalanan masih panjang. Tapi, hari ini, kita punya satu lagi cerita manis dari Bangkok.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler