Bagi Kevin Diks, perjalanan kariernya di dunia sepak bola diwarnai oleh beberapa detik-detik yang benar-benar membekas. Bek Timnas Indonesia itu tak menyangka, dua momen yang sangat berbeda justru sama-sama meninggalkan kesan mendalam: debutnya membela Skuad Garuda, dan sensasi langka bermain di Liga Champions.
Kini membela Borusia Monchengladbach di Jerman, Diks sebenarnya sudah merasakan banyak liga. Dari Belanda, Italia, hingga Denmark. Tapi pengalaman bersama FC Copenhagen pada musim 2023-2024 itu benar-benar lain. Mereka sampai ke babak 16 besar, sebelum akhirnya ditahan Manchester City.
Nah, yang bikin merinding, katanya, justru momen sebelum pertandingan. Setiap lagu tema Liga Champions berkumandang, rasanya campur aduk. Antara gugup, bangga, dan semuanya serba besar.
"Cukup sulit, mungkin Liga Champions. Pertama kali saya mendengar lagu Liga Champions saat saya di lapangan. Itu salah satu momen terbesar,"
ungkapnya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan iNews TV, Jumat (19/12/2025) lalu.
Di sisi lain, ada kebanggaan yang sama sekali berbeda rasanya. Yaitu ketika ia pertama kali mengenakan jersey merah putih. Debut untuk Timnas Indonesia itu, bagi pemain berdarah Maluku ini, adalah impian yang jadi kenyataan. Apalagi dia berhasil mencetak gol di pertandingan pertamanya.
"Debut bersama Timnas Indonesia juga sangat-sangat tak terlupakan. Mencetak gol (untuk Timnas Indonesia) juga menjadi momen tak terlupakan. Jadi itu top three-nya,"
tutup Diks, menyimpulkan ceritanya.
Dari Arnhem, Belanda, tempatnya memulai karier di Vitesse U-17 pada 2013, perjalanan panjang itu kini membawanya ke Bundesliga. Dan di antara semua itu, dua momen itulah yang paling dia simpan.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun