Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, tak main-main dengan ancamannya. Kali ini, sasarannya adalah Naim Qassem, pemimpin kelompok Hizbullah. Dalam sebuah pernyataan keras, Katz secara terbuka menyebut Qassem sebagai "target untuk dieliminasi".
Pernyataan menohok ini dilaporkan oleh sejumlah media, termasuk Al Arabiya dan Anadolu Agency, pada Senin (2/3/2026). Latar belakangnya jelas: serangan balasan Hizbullah yang meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel. Aksi itu sendiri disebut-sebut sebagai pembalasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Tak tinggal diam, Israel langsung membalas. Target-target Hizbullah di Lebanon digempur habis-habisan. Situasinya makin panas saja.
Dalam nada yang penuh amarah, Katz bersumpah kelompok itu akan menanggung konsekuensi serius.
"Hizbullah akan membayar harga yang mahal atas serangan ke arah Israel,"
katanya. Ancaman terhadap Qassem pun diulang dengan lebih detail.
"Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah, yang memutuskan penyerangan di bawah tekanan dari Iran, mulai sekarang, adalah target yang ditandai untuk dieliminasi,"
tegas Katz. Ucapannya ditutup dengan peringatan yang terasa seperti diambil dari film perang.
"Siapa pun yang mengikuti jejak (mendiang Ayatollah Ali) Khamenei akan segera mendapati dirinya bersamanya di kedalaman neraka bersama semua orang yang dieliminasi dari poros kejahatan."
Peringatan itu menggantung di udara. Sekarang, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari kedua kubu yang sudah bersitegang ini.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3.0 Guncang Tapanuli Selatan
DPR Minta Kejelasan Pemerintah soal Nasib RUU Inisiatif, Termasuk Perlindungan PRT
Kades dan Kontraktor Klaten Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Renovasi Masjid Rp 203 Miliar
Iran Tegaskan Hak Nuklirnya Tak Bisa Ditawar, Desak AS Tunjukkan Itikad Baik