Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026

- Senin, 02 Maret 2026 | 18:50 WIB
Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026

Momentum Ramadan dan Idulfitri tahun ini jadi andalan pemerintah untuk mendorong ekonomi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pertumbuhan bisa tersentak di kuartal pertama 2026, terutama lewat peningkatan daya beli masyarakat. Ia berharap angka minimal 5,5 persen bisa tercapai.

Rupanya, optimisme ini tak datang begitu saja. Di awal tahun, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah stimulus. Tujuannya jelas: mendongkrak konsumsi rumah tangga yang selama ini jadi penopang utama.

"Dalam waktu singkat ada THR, baik itu untuk pegawai negeri, swasta, maupun yang lain," ujar Airlangga dalam sebuah forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Ia lalu merinci bantuan-bantuan yang digelontorkan. Mulai dari diskon tiket transportasi buat mudik, bantuan beras 10 kilogram, hingga minyak goreng dua liter yang disalurkan ke lebih dari 35 juta keluarga.

"Nah, stimulus ini diharapkan kuartal pertama kita bisa gejot perekonomian. Kita tahu selama bulan Ramadan ataupun di bulan puasa konsumsi akan meningkat," tambahnya penuh keyakinan.

Di sisi lain, target serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Bahkan, ia sedikit lebih optimis. Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh 6 persen sebelum semester kedua 2026 berjalan.

Menurutnya, target ini cukup realistis. Ia merujuk pada fundamental ekonomi yang kuat dan capaian pertumbuhan di tahun 2025. Beberapa indikator pun menunjukkan tren yang menggembirakan. Kepercayaan konsumen membaik, penjualan BBM naik, begitu pula konsumsi listrik di sektor industri. Tak ketinggalan, indeks PMI manufaktur yang tetap ekspansif belakangan ini.

"Kalau kami lihat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat tahun 2025 akan terus berlanjut hingga tahun 2026," jelas Purbaya dalam acara Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

"Prediksi kami di triwulan pertama ekonomi bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen."

Jadi, kedua menteri ekonomi itu sepertinya sedang menyelaraskan langkah. Mereka berharap kombinasi antara momentum religius dan stimulus pemerintah bisa menjadi mesin pendorong yang ampuh di awal tahun depan. Sekarang, tinggal menunggu realisasinya di lapangan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar