Anak Temukan Orang Tua Tewas dan Terluka Diduga Korban Perampokan di Bekasi

- Senin, 02 Maret 2026 | 17:20 WIB
Anak Temukan Orang Tua Tewas dan Terluka Diduga Korban Perampokan di Bekasi

Suasana pagi buta di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, mendadak mencekam. Seorang anak perempuan menemukan orang tuanya dalam kondisi mengenaskan di dalam rumah. Menurut polisi, pasangan suami istri itu diduga menjadi korban perampokan yang berujung kekerasan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, membeberkan kronologi penemuan itu. Yang pertama menyadari kejanggalan justru anak perempuan korban. Mereka bertiga tinggal di rumah itu, dengan seorang asisten rumah tangga yang pulang-pergi.

"Nah jadi yang temukan terlebih dahulu itu adalah anaknya. Itu anak perempuan yang tinggal di situ," kata Iqbal, Senin (2/3/2026).

Biasanya, sang anak dibangunkan untuk sahur oleh orang tuanya. Tapi pagi tadi, lain cerita. Hingga pukul empat lewat, rumah masih sepi. Ia pun kebingungan, waktu imsak hampir tiba.

"Akhirnya dia turun. Ketika turun dia lihat kok nggak ada jawaban, lampu masih mati," ucap Iqbal menggambarkan kejadian.

Di tengah keheningan itu, ia sempat mendengar suara ibunya. Samar. Saat berusaha mendekat, pintu kamar ternyata tak bisa dibuka. Gagangnya sudah rusak.

Panik, ia berusaha minta tolong tetangga. Tapi siapa yang bangun di jam segitu? Sepi. Akhirnya, telepon pun dialihkan ke keluarga lain. Mereka yang datang kemudian membongkar jendela untuk masuk.

Pemandangan yang menyambut sungguh mengerikan. Sang ayah, EP (65), sudah tak bernyawa. Tubuhnya bersimbah darah. Sementara sang ibu, P (60), masih bergulat dengan luka-luka berat. Korban selamat langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

Dari pemeriksaan sementara, luka diduga berasal dari benda tumpul. "Luka-luka benda tumpul semua di kepala, di kepala belakang," jelas Iqbal.

Namun begitu, polisi masih menahan konfirmasi resmi. Mereka menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan penyebab dan kronologi persisnya. Penyidikan terus digenjot untuk mengungkap pelaku dan motif di balik insiden tragis ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar