BPIP dan Kemendikbud Rilis Tiga Naskah Doa Resmi untuk Upacara Hari Lahir Pancasila

- Senin, 01 Juni 2026 | 19:30 WIB
BPIP dan Kemendikbud Rilis Tiga Naskah Doa Resmi untuk Upacara Hari Lahir Pancasila

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila dengan menggelar upacara bendera. Dalam rangkaian prosesi tersebut, terdapat satu momen yang dianggap paling sakral dan menyentuh hati, yaitu sesi pembacaan doa.

Melalui doa yang dipanjatkan, seluruh peserta upacara diajak memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapannya, masyarakat Indonesia dapat terus hidup rukun, damai, dan kompak dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pada peringatan tahun ini, upacara bendera digelar secara serentak di berbagai daerah, dan salah satu hal yang menjadi sorotan demi kelancaran prosesi adalah kesiapan teks doa.

Pemilihan teks doa yang tepat dinilai sangat membantu agar pesan dan permohonan yang disampaikan terasa lebih mendalam. Selain itu, panduan naskah yang jelas juga memudahkan petugas yang ditunjuk untuk membaca doa secara lancar dan khidmat. Sebagai referensi, berikut adalah kumpulan naskah doa resmi yang pernah digunakan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila dari tahun-tahun sebelumnya. Teks-teks ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan upacara di sekolah maupun instansi terkait.

Naskah pertama dikutip dari teks doa yang dirilis oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada tahun 2023. Doa ini dibuka dengan salam dan diucapkan dalam tata cara agama Islam, dengan permohonan bagi yang beragama lain untuk menyesuaikan. Isinya memuat rangkaian permohonan kepada Allah, mulai dari rasa syukur atas nikmat kebangsaan, bimbingan untuk merawat anugerah Pancasila, ketabahan dalam menjaga kemanusiaan, hingga perlindungan dari kedholiman dan perpecahan. Doa ini ditutup dengan harapan agar bangsa Indonesia mampu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Sementara itu, naskah kedua berasal dari teks doa yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan pada tahun 2025. Doa ini mengusung gaya bahasa yang puitis dan penuh pengharapan. Di dalamnya, terdapat permohonan agar dianugerahi kejujuran, kerendahan hati, serta kemampuan untuk selalu menghargai dan berbakti. Doa ini juga memohon agar dijauhkan dari iri, dengki, amarah, dan niat saling mencabik serta merusak negeri. Bagian penutupnya berisi permohonan ampunan dan terang menuju Indonesia yang maju dan sentosa.

Naskah ketiga kembali dikutip dari teks doa yang dirilis oleh BPIP, namun untuk tahun 2024. Struktur dan isinya memiliki kemiripan dengan naskah pertama, dengan penekanan pada permohonan bimbingan untuk merawat anugerah Pancasila, ketabahan dalam menjaga keimanan, serta perlindungan dari kezaliman dan perpecahan. Doa ini juga memohon keberkahan agar bangsa Indonesia tetap mencintai tanah air dan mampu mewujudkan keadilan dalam kemakmuran.

Beberapa contoh naskah doa tersebut dapat digunakan sebagai panduan untuk upacara Hari Lahir Pancasila. Kalimat-kalimat di dalamnya dapat disesuaikan kembali agar lebih selaras dengan tema kegiatan di instansi atau sekolah masing-masing. Semoga pelaksanaan upacara hari ini dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan membawa keberkahan bagi seluruh peserta. Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar