Lumpur tebal masih menyelimuti sebagian halaman SMAN 1 Peusangan di Desa Blang Asan, Bireuen, ketika personel Polres setempat tiba. Mereka datang bukan untuk berpatroli, melainkan untuk menyingsingkan lengan baju. Bersama warga, mereka langsung turun tangan membersihkan sisa-sisa bencana yang sempat menggenangi gedung sekolah itu.
Kegiatan gotong royong ini sebenarnya sudah digelar sejak akhir tahun lalu, tepatnya 29 Desember 2025. Namun, dampaknya baru benar-benar terasa menjelang masuk sekolah. Fokusnya sederhana: mengangkat lumpur yang mengendap, membersihkan saluran air yang tersumbat, dan memastikan area belajar siswa kembali aman.
“Ini bentuk kepedulian kami, khususnya untuk dunia pendidikan,” ujar seorang perwakilan Polres.
Menurutnya, tugas Polri tidak melulu soal penegakan hukum. Di saat masyarakat terdampak musibah, kehadiran mereka justru lebih dibutuhkan dalam wujud aksi nyata seperti ini. Mereka ingin memastikan sarana sekolah bisa dipakai lagi dengan layak.
Artikel Terkait
Suhartoyo Tegaskan Mahkamah Konstitusi Harus Bebas dari Cengkeraman Politik
Produksi Padi Banten Melonjak, Surplus Capai 261 Ribu Ton
Densus 88 Gagalkan Rencana Pelajar 14 Tahun Jadi Pelopor Kekerasan di Sekolah
Dewas KPK Periksa Lagi Pelapor Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik