Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana, Senin kemarin. Pertemuan itu digelar di tengah situasi global yang memanas, khususnya di Timur Tengah.
Setibanya di kompleks Istana Kepresidenan, Bahlil sempat berbincang singkat dengan para wartawan yang menunggu. "Ya, sebagai pembantu presiden, dipanggil harus menghadap dulu," ujarnya. "Habis ini baru kita bisa melapor."
Dari percakapan singkat itu, Bahlil mengisyaratkan bahwa agenda utamanya adalah membahas dinamika geopolitik terkini. Fokusnya, menurut dia, adalah antisipasi Indonesia menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Jalur itu kan vital banget untuk distribusi minyak dunia.
"Kita masih impor sebelum Lebaran," kata Bahlil, menyebut salah satu kekhawatiran praktis. "Jadi, ini jadi bahan pembicaraan."
Soal cadangan, dia berusaha menenangkan. Bahan bakar minyak nasional disebutnya masih aman untuk kebutuhan 20 hari ke depan. Tapi, di sisi lain, Bahlil tidak menutup mata pada kemungkinan gejolak harga. "Sampai hari ini enggak ada masalah," katanya, lalu berlanjut, "Tapi kan harga dunia pasti akan mengalami koreksi ketika kondisi geopolitik di Timur Tengah terus memanas."
Lalu, apa langkah konkretnya? Rencananya, Bahlil akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) hari Selasa ini. "Rapat dulu, baru saya laporkan," jelasnya mengenai langkah selanjutnya.
Mengenai opsi pasokan lain, dia menyentuh soal impor dari Amerika Serikat. Prosesnya, kata Bahlil, masih berjalan. "Setelah ditandatangani, baru kita tindak lanjuti detailnya. Kita kasih waktu sekitar 60 hari," ujarnya. "Dan sampai hari ini, sebagian sudah kita ambil, terutama untuk elpiji."
Pertemuan di Istana itu terasa singkat, namun sinyal yang dikirim jelas: pemerintah mulai bersiap, mengantisipasi gelombang dampak yang mungkin sampai ke Indonesia.
Artikel Terkait
Persija Kejar Puncak, Souza Soroti Konsistensi sebagai Kunci Juara
Keluarga Kulon Progo Terdampar di Kolong Semanggi Usai Jadi Korban Copet
Kemlu Evakuasi 45 WNI dari Iran, 13 ABK Masih Menunggu di Baku
Pemerintah Pacu Biodiesel B50 dan E20 untuk Kurangi Ketergantungan Impor Energi