Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana, Senin kemarin. Pertemuan itu digelar di tengah situasi global yang memanas, khususnya di Timur Tengah.
Setibanya di kompleks Istana Kepresidenan, Bahlil sempat berbincang singkat dengan para wartawan yang menunggu. "Ya, sebagai pembantu presiden, dipanggil harus menghadap dulu," ujarnya. "Habis ini baru kita bisa melapor."
Dari percakapan singkat itu, Bahlil mengisyaratkan bahwa agenda utamanya adalah membahas dinamika geopolitik terkini. Fokusnya, menurut dia, adalah antisipasi Indonesia menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Jalur itu kan vital banget untuk distribusi minyak dunia.
"Kita masih impor sebelum Lebaran," kata Bahlil, menyebut salah satu kekhawatiran praktis. "Jadi, ini jadi bahan pembicaraan."
Artikel Terkait
Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026
Polri Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Turun 1,75 Persen
Polisi: Aksi Motor Lawan Arus di Cakung Ditegur, Pengaturan Terbatas karena e-TLE
Kapolri Ungkap Penurunan Kecelakaan Lalu Lintas, Namun Jam 09.00-12.00 Tetap Rawan